HomeKota BogorSiaga Hadapi Risiko: 20 Sekolah di Kota Bogor Jadi Pionir dan Cetak...

Siaga Hadapi Risiko: 20 Sekolah di Kota Bogor Jadi Pionir dan Cetak Sejarah Baru Ketahanan Bencana

Bogordaily.net — Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 serta Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 37 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan bencana dari sektor pendidikan.

Landasan tersebut diperkuat melalui inisiasi Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB Kota Bogor pada Februari 2025 untuk merancang sinergi dan pengawasan mitigasi secara terpadu.

Sepanjang tahun 2026, program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Bogor sukses direalisasikan di 20 sekolah (18 Sekolah Dasar dan 2 Sekolah Menengah Pertama), melampaui target Rencana Kerja (Renja) awal yang semula menetapkan 3 sekolah. Puncak rangkaian program ini ditandai dengan pementasan Operet Sekolah Tangguh Bencana serta pengukuhan resmi di Auditorium Perpustakaan Kota Bogor pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Kegiatan bersejarah ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran pemangku kepentingan Kota Bogor, diantaranya Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor: Subhan, S.H., M.H., Kepala Dinas Pendidikan: Drs. H. Herry Karnadi, M.Si., Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor: Taufik, S.H., Ketua PGRI Kota Bogor: Drs. Ade Sutisna, M.M., serta Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bogor: Aldilah Rahman.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos., menjelaskan bahwa lonjakan pencapaian dari target awal 3 sekolah menjadi 20 sekolah merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam merespons kerawanan wilayah.”Kami bersyukur program SPAB di tahun 2026 ini bisa direalisasikan secara masif di 20 sekolah, jauh melampaui target awal Renja. Ini membuktikan tingginya kesadaran serta kolaborasi lintas sektor di Kota Bogor. Melalui pembentukan tim siaga, penyusunan jalur evakuasi, hingga edukasi kreatif lewat operet, kami ingin memastikan bahwa mitigasi bencana bukan sekadar teori, melainkan keterampilan hidup yang melekat pada anak-anak kita sejak dini,” ujar Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos.

Dalam arahannya pada acara pengukuhan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Setdakot Bogor, H. Eko Prabowo A.P., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam kepada Dinas Pendidikan, BPBD, serta para fasilitator atas dedikasi dan pendampingan intensifnya. Pihaknya menegaskan bahwa ke-20 sekolah yang dikukuhkan telah melalui proses penilaian ketat, mulai dari penilaian mandiri, pengkajian risiko, pembuatan jalur evakuasi, prosedur tetap (protap), pembentukan tim siaga bencana, kelengkapan sarana prasarana (seperti APAR dan kotak P3K), hingga pelaksanaan simulasi rutin.

Lebih lanjut, H. Eko Prabowo A.P., M.Si. menekankan pentingnya membangun budaya mitigasi sejak dini mengingat topografi Kota Bogor yang memiliki kerawanan bencana seperti cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir.”Melalui pengukuhan 20 Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) hari ini, kita ingin meletakkan sebuah fondasi yang kuat. Kita berharap SPAB tidak berhenti sekadar pada seremonial pengukuhan atau dokumen administratif di atas kertas, melainkan menjelma menjadi sebuah Legacy (warisan jangka panjang). SPAB harus hidup dan bertransformasi menjadi budaya sadar bencana yang mengakar di hati setiap warga sekolah dan menular kepada seluruh warga Kota Bogor,” ungkap H. Eko Prabowo A.P., M.Si.

Pelaksanaan SPAB di berbagai sekolah memberikan manfaat langsung bagi keselamatan jiwa melalui:

Membangun Keterampilan Evakuasi Mandiri: Siswa, guru, dan staf sekolah dibekali simulasi kedaruratan untuk menghadapi ancaman bencana, sehingga kepanikan saat krisis dapat diredam.
Standarisasi Jalur dan Titik Kumpul: Setiap sekolah difasilitasi pemasangan rambu jalur evakuasi yang jelas serta penentuan titik kumpul (assembly point) yang aman dari risiko runtuhan bangunan.

Panduan Praktis Melalui Buku Saku: Distribusi buku saku kebencanaan memberikan acuan praktis bagi warga sekolah untuk mengenali tanda bahaya dan langkah tanggap darurat sebelum tim penyelamat tiba.

Tindak Lanjut Satuan Pendidikan & Sinergi Pentahelix

Pemerintah Kota Bogor mendorong setiap satuan pendidikan untuk terus menjalankan langkah-langkah tindak lanjut secara berkesinambungan melalui:
Perawatan & Simulasi SOP: Merawat sarana prasarana serta mensimulasikan SOP evakuasi secara berkala dan rutin.

Integrasi Kurikulum: Mengintegrasikan materi pengurangan risiko bencana ke dalam kegiatan belajar mengajar atau ekstrakurikuler.

Optimalisasi Tim Siaga: Mengaktifkan dan memperkuat Tim Siaga Bencana Sekolah yang melibatkan sinergi aktif antara guru, siswa, dan orang tua murid.

Penguatan Sinergi Pentahelix: Mengajak seluruh stakeholder, pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas/masyarakat, dan media, untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang tangguh dan berbudaya keselamatan.

Komitmen Berkelanjutan melalui Penguatan Monev inaRISK dan RKAS terkait keberlanjutan program ke depan, Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos., menegaskan pentingnya peran aktif satuan pendidikan dalam merawat sistem yang sudah terbentuk.”SPAB tidak boleh berhenti sampai di sini. Kami akan terus mengawal monitoring dan evaluasi melalui aplikasi inaRISK agar seluruh sekolah terdaftar resmi di Kementerian. Kami juga mendorong pihak sekolah agar pemeliharaan sarana prasarana dan edukasi berkala dapat dimasukkan ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), demi menjaga rantai ketahanan ini terus berputar,” tegas Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos.

Daftar 20 Satuan Pendidikan Aman Bencana di Kota Bogor (2026)

Berikut adalah daftar 18 Sekolah Dasar dan 2 Sekolah Menengah Pertama yang telah sukses mengimplementasikan program SPAB di Kota Bogor:
SDN Katulampa 02
SDN Ciluar 02
SMP Negeri 7
SMP Negeri 12
SDN Tanah Sareal 04
SDN Bubulak 03
SDN Cimahpar 01
SDN Cimahpar 02
SDN Bubulak 1
SDN Katulampa 03
SDN Sindangsari
SDN Kebon Kopi
SDN Sindangbarang 03
SDN Kebon Pedes 07
SDN Polisi 1
SDN Kebon Pedes 03
SDN Ciluar 03
SDN Sindangbarang 04
SDN Tajur 01
SDN Tajur 03
Implementasi SPAB di Kota Bogor memberikan dampak turunan yang positif bagi masyarakat:

Membangun Rantai Ketahanan Keluarga dan Komunitas: Pengetahuan mitigasi siswa di sekolah disebarluaskan ke dalam lingkungan keluarga dan permukiman rumah.

Meningkatkan Kapasitas Tata Kelola Sekolah: Standarisasi prosedur dan integrasi data memperkuat manajemen risiko institusi pendidikan secara terstruktur.

Mewujudkan Budaya Sadar Bencana yang Berkelanjutan: Membentuk karakter disiplin, tanggap, dan tangguh pada setiap generasi penerus bangsa.
Kenali ancamannya, kurangi risikonya, dan siap untuk selamat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here