Bogordaily.net – Jalan baru itu akhirnya bisa dilalui kapan saja. Tidak perlu lagi menunggu jam tertentu. Tidak perlu lagi melihat portal ditutup.
Trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Batutulis, Kota Bogor, kini resmi dibuka selama 24 jam.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka penuh akses jalan tersebut pada Sabtu (31/10/2026), setelah melewati tahapan pembangunan dan serangkaian uji coba.
Bagi warga Bogor, pembukaan ini bukan sekadar soal jalan yang bisa dilewati siang dan malam. Ada harapan baru untuk memperlancar perjalanan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Batutulis dan sekitarnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut pembukaan trase baru tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong kegiatan ekonomi di kawasan sekitar.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses pembangunan dan uji coba yang ketat, hari ini Jalan Trase Batutulis resmi dibuka penuh 24 jam untuk masyarakat. Kami mempersembahkan infrastruktur ini untuk kelancaran mobilitas warga Kota Bogor,” kata Dedie.
Tetapi ada satu pesan yang ikut disampaikan Dedie.
Jalan sudah dibangun. Fasilitas sudah disediakan. Kini giliran masyarakat ikut menjaganya.
Dedie meminta warga tidak merusak fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah. Termasuk melakukan vandalisme dengan mencoret-coret dinding atau merusak bagian jalan.
“Mari kita jaga dan rawat bersama fasilitas publik ini. Jangan sampai ada aksi vandalisme seperti corat-coret dinding atau merusak fasilitas jalan yang sudah dibangun dengan kerja keras bersama,” tegasnya.
Pesan itu sederhana. Tetapi penting.
Sebab, membangun infrastruktur membutuhkan biaya dan waktu. Merusaknya bisa jauh lebih mudah. Satu coretan mungkin terlihat sepele. Namun, jika dibiarkan, fasilitas publik bisa kehilangan wajahnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Juniarti Estiningsih memastikan aspek teknis pembangunan trase baru Jalan Batutulis telah diperhitungkan.
Pemkot Bogor, kata dia, telah memaksimalkan kualitas konstruksi, termasuk sistem drainase untuk mendukung keamanan dan ketahanan jalan.
Meski demikian, pengguna jalan tidak boleh merasa bahwa jalan baru berarti bebas memacu kendaraan.
Juniarti mengingatkan pengendara sepeda motor maupun mobil agar tetap berhati-hati. Kecepatan kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan.
“Pengendara roda dua maupun roda empat harus tetap waspada terhadap kondisi jalan dan bijak mengatur kecepatan kendaraan. Jangan memacu kendaraan terlalu tinggi demi keselamatan bersama,” katanya.
Dengan dibukanya trase baru Jalan Batutulis selama 24 jam, Pemkot Bogor berharap akses transportasi masyarakat semakin mudah.
Namun, keberhasilan pembangunan jalan tidak berhenti ketika jalan mulai dibuka.
Ada pekerjaan berikutnya yang tidak kalah penting: memastikan fasilitas itu tetap terawat, bersih, aman, dan nyaman digunakan.
Jalan milik pemerintah memang dibangun untuk masyarakat. Tetapi menjaga jalan itu juga menjadi tanggung jawab masyarakat.
Jangan sampai jalan baru, tetapi kebiasaan lama merusak fasilitas publik masih terus terjadi.***

