HomeEkonomiKementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat...

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan UMKM melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang akses pasar modal.

Kolaborasi ini menjadi komitmen jangka panjang untuk membantu usaha menengah memperoleh sumber pendanaan alternatif sekaligus meningkatkan profesionalisme dan daya saing usaha.

Penandatanganan MoU tersebut sekaligus menjadi landasan peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs), sebuah program pembinaan yang dirancang untuk mempersiapkan perusahaan UMKM agar memiliki kapasitas dan tata kelola sesuai standar pasar modal.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan, kehadiran Go Public Academy for SMEs merupakan langkah strategis untuk memperluas pilihan pembiayaan bagi UMKM, khususnya usaha menengah yang berpotensi tumbuh dan melakukan ekspansi bisnis.

“Indonesia membutuhkan semakin banyak perusahaan nasional yang mampu tumbuh menjadi lebih besar, produktif, dan berdaya saing. Di sinilah usaha menengah memainkan peran strategis sebagai penghubung antara kekuatan ekonomi rakyat dan industri berskala besar, memperluas rantai pasok, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta membawa produk Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Loto dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin (2/11).

Menurut Loto, tantangan pembiayaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan besarnya kredit yang disalurkan atau jumlah usaha yang memperoleh pinjaman. Perusahaan yang sedang bertumbuh juga membutuhkan struktur pendanaan yang tepat, tata kelola yang baik, serta kemampuan mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, perluasan akses pembiayaan perlu disertai kesiapan UMKM dalam memanfaatkan beragam sumber pendanaan dan investasi. Selain pembiayaan perbankan, pasar modal dapat menjadi alternatif bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan untuk membiayai ekspansi jangka panjang.

“Kesiapan memasuki pasar modal harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan, mulai dari transparansi laporan keuangan, kepastian legalitas, profesionalisme manajemen, hingga penerapan tata kelola dan pengelolaan risiko yang baik. Hal tersebut menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor terhadap prospek dan keberlanjutan usaha,” kata Loto.

Melalui Go Public Academy for SMEs, Kementerian UMKM dan BEI menghadirkan program pembinaan yang membantu perusahaan bertransformasi dari pengelolaan usaha yang bergantung pada pemilik menuju organisasi yang profesional dan transparan.

Program ini juga diharapkan dapat membekali pengusaha dengan kemampuan menyusun strategi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memahami mekanisme pendanaan melalui pasar modal.

Peluncuran Go Public Academy for SMEs merupakan kelanjutan kerja sama Kementerian UMKM dan BEI melalui program RISE TO IPO yang dimulai pada 9 Juli 2025. Sepanjang 2025–2026, program tersebut telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota.

Sebanyak 23 perusahaan terpilih pada 2025 untuk mengikuti pendampingan lanjutan melalui Intensive Coaching Clinic yang diselenggarakan pada 4 Februari 2026 guna meningkatkan kualitas tata kelola, strategi bisnis, dan kesiapan menjadi perusahaan terbuka.

Capaian tersebut menjadi landasan bagi Kementerian UMKM dan BEI untuk melanjutkan kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman sebagai komitmen jangka panjang dalam memperluas akses pendanaan pasar modal sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing perusahaan Indonesia.

Loto berharap kolaborasi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi usaha menengah Indonesia untuk tumbuh menjadi perusahaan yang tangguh, profesional, dan berdaya saing global, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Senada, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan proses identifikasi, pembinaan, dan pendampingan usaha potensial lebih terarah serta terintegrasi dengan ekosistem pasar modal Indonesia.

“Setelah peluncuran, tindak lanjut program akan difokuskan pada identifikasi dan asesmen kesiapan peserta, serta koordinasi berkelanjutan dengan BEI dan mitra strategis lainnya agar pembinaan berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi pengusaha kecil dan menengah,” kata Bagus.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kementerian UMKM merupakan komitmen bersama untuk memperluas pemahaman dan akses perusahaan menengah terhadap berbagai alternatif pendanaan melalui pasar modal. Kolaborasi ini juga melanjutkan program RISE TO IPO yang telah menjangkau sejumlah kota di Indonesia sejak 2025.

“Melalui National Go Public Academy for SMEs, BEI menghadirkan pembinaan berjenjang mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, dan transparansi perusahaan hingga pemahaman proses IPO serta tanggung jawab sebagai perusahaan publik,” kata Jeffrey.

Melalui program ini, Jeffrey berharap perusahaan peserta mampu membangun model bisnis yang tangguh, laporan keuangan yang andal, tata kelola profesional, serta strategi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here