HEADLINE

Di Kalijodo Apapun Ada, Indonesia tapi Rasanya Seperti Texas

BOGORDAILY- Anda suka nonton film-film ala texas yang akrab dengan minumas keras, judi, wanita, pria-pria bertubuh besar dan senjata apai. Di Indonesia juga ada. Kalijodo tempatnya. Namanya tiba-tiba ngetren lagi, gara-gara fortuner maut.

Selaras dengan namanya Kalijodo. Sejak masa-masa penjajahan Belanda dikenal sebagai tempat orang mencari cinta. Dengan setting sejarah di tahun 1930-an, Novel Ca-Bau-Kan, seperti ditulis oleh Remy Sylado, mengisahkan kawasan bantaran sungai yang sudah kesohor oleh para pedagang-pedagang Tionghoa.

Di sini tempat para gadis pribumi mendendangkan lagu-lagu klasik Tiongkok di atas perahu-perahu yang ditambat di pinggir kali.

kalijodo2

Karena sering dijadikan pertemuan muda-mudi, disebutlah daerah tersebut sebagai Kalijodo. Entah apa yang terjadi pada kawasan indah tersebut, hingga pada tahun 1970-an berubah menjadi tempat judi dan prostitusi.

Sejak abad 18 Kalijodo juga terkenal sebagai ladang bisnis seks. Di sebelah Banjir Kanal Barat-Kali Angke itu jadi langganan para pria Tionghoa mencari teman kencan atau membeli gundik.

Perantau China

Perempuan lokal dipoles dan dilatih lagu-lagu Mandarin untuk memikat para babah atau perantau dari China.

Bisnis hiburan malam di kawasan Kalijodo semakin berkembang setelah penutupan bisnis hiburan malam di Kramat Tunggak pada Desember 1999.

Preman paling besar di sana sudah pergi dari Kalijodo beberapa tahun sejak pertikaian besar antar kelompok disana tahun 2002 silam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, tahu betul itu soal ini.

Krishna pernah ikut melilit di kasus pertikaian itu. Sebab tahun 2002 silam dia menjabat Kapolsek Penjaringan di usia 32 tahun.

kalijodo 1

 

 

 

Kelompok Preman Besar

Krishna menggambarkan dua kelompok besar disana adalah Kelompok Makassar dan Mandar.

Kelompok Makassar dipimpin Daeng Aziz yang sampai kini masih menguasai Kalijodo dengan kharisma dan sisa-sisa cerita mengerikan.

Sementara kelompok Mandar, di tahun 2002 itu dikepalai oleh Asman.

‘Tentara’ atau pasukan Asman ini dikenal sebagai ‘Anak Macan’ yang muncul karena jejak mengerikan mereka.

Anggota ‘Anak Macan’ ini hanya dipelihara oleh Asman, dan dikeluarkan hanya sesekali setiap ada pertikaian. (sumber: hatree.net)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu