Warga Pasir Kuda Dilatih Merajut

 

BOGORDAILY – Sebanyak 25 wanita warga Pasir Kuda, Bogor Barat dilatih keterampilan merajut oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor di aula kantor Kelurahan Pasir Kuda, Selasa (9/7/19).

Kepala DPMPPA Kota Bogor Artiana Yanar Anggraini mengungkapkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan keterampilan wanita guna membantu pendapatan keluarga.

“Kami memberikan pelatihan ini kepada 25 warga Pasir Kuda yang kebetulan akan mengikuti lomba 5 program PKK tingkat Provinsi Jawa Barat,” ungkap Artiana.

Artiana mengatakan, pelatihan merajut dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 9-11 Juli 2019. Melalui pelatihan ini dirinya berharap para peserta bisa mengembangkan potensi sehingga memiliki keterampilan dan usaha.

“Hal ini tentunya sejalan dengan visi Kota Bogor yaitu menjadikan kota ramah keluarga dengan misinya mewujudkan kota yang cerdas, sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Hadir pada kegiatan itu Kepala Bidang PUEM TTG Iwan beserta jajaran, Lurah Pasir Kuda Napihudin dan pengurus TP PKK Kota Bogor.

Sementara itu, Lurah Pasir Kuda Napihudin menyatakan, saat pelatihan merajut ini disosialisasikan banyak warganya yang ingin menjadi peserta. Namun, mengingat pesertanya terbatas maka pihak Kelurahan melakukan penyaringan.

“Antusias warga luar biasa. Kami harus melakukan seleksi mulai dari administrasi kependudukan hingga keseriusan mereka selama mengikuti  pelatihan,” ujar Napihudin.

Ia menambahkan, selama menjabat Lurah di Pasir Kuda warganya baru kali ini mendapat pelatihan merajut. “Ini hal yang baru dan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu di Kelurahan Pasir Kuda. Tidak saja menambah wawasan dan keterampilan tetapi juga bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Dia berharap, semua peserta serius mengikuti pelatihan sehingga bisa menyerap materi dengan baik dan mempraktekannya. Kemudian bagi mereka yang sudah bisa jangan berhenti ketika pelatihan selesai. Terus kembangkan sampai bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga.

“Kami juga meminta agar para peserta mau berbagi ilmu dengan warga lainnya,” ujarnya. (humpro :tria/pri)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *