Jika Digusur, Panti Pijat di Bogor Siap Tampung PSK Kalijodo

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Headline · 15 Feb 2016 18:49 WIB

Jika Digusur, Panti Pijat di Bogor Siap Tampung PSK Kalijodo


 Jika Digusur, Panti Pijat di Bogor Siap Tampung PSK Kalijodo Perbesar

BOGORDAILY – Bogor bakal jadi lokasi alternatif para PSK Kalijodo sebelum lokalisasi itu digusur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hingga kemarin pemprov DKI merilis jumlah PSK di Kalijodo yang terdata sebanyak 195 orang. Jika Kalijodo diberangus lari kemana mereka?

Bogor rupanya jadi pilihan. Sejumlah pemilik panti pijat ‘plus-plus’ pun mulai banyak kedatangan wajah-wajah baru dan hilir mudi silih berganti meminta ‘suaka’ sebelum lapaknya di Kalijodo diberangus pemprov DKI Jakarta. “Sudah ada yang sempat datang kemari. Antisipasi kalau Kalijodo benar-benar di gusur sama Ahok,” kata salah satu pemilik Panti pijat plus-plus di kawasan Cibinong, Bogor.

Dia mengaku siap menampung para PSK yang sedang mecari ‘lapak’ baru itu. Selain akan mendatangkan keuntungan di bisnisnya, juga menambah ‘stok’ dan koleksinya. “Buat kami sih oke-oke saja, namanya barang baru pasti kami tampung walaupun pemain lama,” katanya lagi.

Salah satu PSK dari Kalijodo—sebut saja Anita (28)- mengaku sengaja datang ke Bogor untuk mencari tempat baru karena Kalijodo benar-benar akan dibongkar pemprov DKI Jakarta. Maklum, dia merupakan ibu muda yang harus membiayai anaknya yang kini masih duduk dibangku SD. “Kalau Kalijodo digusur terus kita tidak dikasih tempat lagi bagaiman nasib anak saya nanti. Makanya saya coba datang ke Bogor,” kata Anita.

Anita rupanya mengetahui di Bogor Pijat plus-plus dan prostitusinya sudah populer dan terkenal. Bukan hanya PSK lokal, PSK dari Eropa dan Timur Tengah pun bikin lapak sendiri di Bogor. Di Puncak misalnya, PSK asal Timur Tengah dan akrab disebut Maghribi sempat heboh. “Dari Arab saja mangkalnya di Bogor. Masa kita yang sesama warga Indonesia ngga boleh, saya tahu dari berita di tv,” sambung Anita.

Soal ini Pemkab Bogor sudah sejak lama menyiapkan antisipasi. Sejak era Dolly ditutup pun Pemkab Bogor mengaku sudah punya SOP untuk mencegah eksodusnya para PSK dari lokalisasi lain. Apabila ada warga luar daerah yang diamankan di Bogor, maka akan diserahkan kepada pemerintahan setempat.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Luthfi Syam menegaskan, akan melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi maraknya prostitusi di Bogor. “Kami akan terus melakukan patroli dan razia. Setiap hari pun patroli kami sebar,” katanya. Dia menegaskan terus bekerjasama dengan unit-unit Satpol PP kecamatan, MUI, dan koramil. (bd)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

 
Baca Lainnya

Daftar Jenderal yang Dimutasi Kapolri!

26 September 2022 - 12:35 WIB

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

26 September 2022 - 09:39 WIB

Program Uji Coba Kompor Listrik

Waduh, Akun Media Sosial Redaksi Narasi Kena Hack

26 September 2022 - 09:33 WIB

redaksi Narasi kena hack

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Permainan Capit Boneka Disebut Haram, Ini Alasannya!

26 September 2022 - 08:36 WIB

Capit boneka haram

Biadab! Kakek Jadikan Cucunya Budak Seks hingga Hamil dan Melahirkan

26 September 2022 - 08:25 WIB

Budak Seks kakek
Trending di Nasional