Tuesday, 28 May 2024
HomeKabupaten BogorSerem!! Ziarah ke Gunung Salak, Puluhan Warga Bogor Terjebak tak Bisa Turun....

Serem!! Ziarah ke Gunung Salak, Puluhan Warga Bogor Terjebak tak Bisa Turun. Sempat Lenyap dan Kehabisan Makanan

BOGORDAILY – Keangkeran Gunung Salak kembali mengegerkan. Sejumlah warga dari Bogor sempat lenyap, saat berniat ziarah ke Puncak Manik di Gunung Salak.

Sejumlah anggota SAR dan kepolisian pun langsung mengerahkan anggotanya untuk mencari dan mengevakuasi para peziarah tersebut.

Setelah melalui pencarian panjang, tim akhirnya berhasil menemukan puluhan orang peziaran itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Puluhan orang peziarah asal Bogor itu ternyata terdampar dan terjebak di Pos 4 Gunung Salak.

Tim SAR Basarnas Sukabumi menjelasakan, puluhan orang tersebut naik melalui jalur Cimalati, Cicurug, Sukabumi dan sempat tiba dilokasi ziarah di Puncak Manik sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (13/8/2016).

“Keterangan yang kami terima rombongan yang naik ada 50 orang terbagi dalam dua rombongan. Rombongan satu 30 orang dan rombongan dua 15 orang sementara 5 orang lainnya bertahan di Basecamp. Tujuan mereka ke lokasi ziarah di puncak Manik,” kata Anggota Pos SAR Basarnas Sukabumi Aulia Solihanto, Minggu (14/8/2016).

Setelah sampai di puncak Manik, rombongan dua turun lebih dulu ke bawah dan beristirahat di pos 7 karena ada anggota rombongan yang sakit. Sementara rombongan satu melanjutkan perjalanan, karena kondisi minim penerangan sebanyak 10 orang anggota rombongan sempat dinyatakan hilang.

“Kondisi sekitar lokasi tadi malam sempat diguyur hujan dan minim penerangan. Setelah dilakukan kontak melalui perangkat radio akhirnya 10 orang yang sempat dinyatakan hilang ternyata ditemukan berada di Pos 4 kondisinya kelelahan dan kehabisan perbekalan,” lanjutnya.

Sementara itu di lokasi saat ini sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Cicurug, anggota SAR dan sejumlah sukarelawan dari Aqua Rescue telah berada di Basecamp kaki Gunung Salak untuk proses penjemputan anggota rombongan yang sakit dan kelelahan.

“Saat ini relawan sudah ada yang berhasil menjemput mereka, ada yang kita bawa pakai tandu karena sakit. Selain seorang ibu yang sudah sepuh, ada anak kecil juga yang kita berikan pertolongan,” ujar Andre salah seorang anggota SAR Aqua Rescue.

Wahyu, salah seorang anggota rombongan yang menunggu di Basecamp menyebut jika puluhan rombongan yang melakukan ziarah ke Puncak Manik adalah keluarga besarnya dari Bogor dan Bekasi.

“Semuanya keluarga pak, tujuan kita memang mau ziarah. Pada bawa ponsel tapi namanya digunung sinyalnya suka hilang, komunikasi radio juga terbatas bisa receive nggak bisa transmit,” ujarnya.

Pada pukul 13.00 WIB, satu persatu peziarah berhasil diturunkan ke Basecamp yang berlokasi di pintu masuk kaki Gunung Salak. Beberapa dari antara mereka ditandu karena kelelahan.

“Sebagian korban kita bawa menggunakan tandu, ada beberapa anggota relawan SAR yang menjemput keatas karena kondisi para peziarah ini ada yang sakit dan kelelahan. Mereka tak sanggup untuk turun kebawah dan bertahan semalaman di Pos 7 dan Pos 4,” kata Andre.

Sementara itu, Kapolsek Cicurug Resor Sukabumi Kompol Sumaryoto mengaku sempat menerima laporan jika ada korban tersesat di Gunung Salak dari salah seorang ketua rombongan yang berada di Basecamp kaki gunung. Menerima laporan itu, sejumlah anggota kepolisian kemudian berusaha melakukan komunikasi dengan sejumlah pendaki yang dilaporkan tersesat.

“Mereka berangkat dengan 12 orang Guide penduduk setempat, yang manjat ke atas itu ada 47 orang keseluruhannya. Diantara rombongan ada yang berusia lanjut dan anak-anak, saat manjat mereka tidak dibekali peralatan pendakian seperti senter dan perbekalan yang cukup,” terang Sumaryoto.

Menurut Sumaryoto, perangkat komunikasi yang dibawa rombongan tidak berfungsi maksimal karena buruknya cuaca diatas gunung hingga menghambat penyelamatan.

“Kita akhirnya menunggu tim SAR yang langsung menjemput ke Pos 4 dan Pos 7 karena berdasar komunikasi terakhir mereka berada disana. Sekarang Alhamdulillah, semua berhasil dievakuasi tanpa kekurangan satu apapun,” tandasnya. (bdn/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here