Tuesday, 25 June 2024
HomeKabupaten BogorKometari Jalan Rusak, Ketua DPRD Kabupaten Bogor : Anggaran ada, Tunggu Apa...

Kometari Jalan Rusak, Ketua DPRD Kabupaten Bogor : Anggaran ada, Tunggu Apa Lagi?

BOGORDAILY – Jalan penghubung Kecamatan Bojonggede dan Tajurhalang di Kabupaten Bogor sejauh setengah kilometer rusak parah selama hampir dua tahun terakhir. Warga menuntut pemerintah daerahnya segera memperbaiki kerusakan tersebut karena mengganggu aktivitas dan perekonomian mereka.

Penanganan menjadi sorotan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat dalam kegiatan reses mereka. Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi meminta pemerintah daerahnya segera memperbaiki jalan-jalan tersebut sebelum kerusakannya semakin parah.

“Pada saat musim hujan ini banyak jalan yang rusak. Itu kan sudah ada anggarannya di pemeliharaan, jadi secepatnya itu didahulukan saja. Jangan nanti dilakukan akhir tahun (kerusakan) jalan semakin parah,” kata Ade seusai memimpin Sidang Paripurna internal membahas hasil reses 2017 di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa 21 Februari 2017.

Ade mendengar jumlah anggaran pemeliharaan jalan dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat, pemeliharaan jalan hanya dilakukan di 377 titik. Padahal, total jalan di daerahnya mencapai 458 titik.

“Seadanya saja dulu. (Pemeliharaan jalan) kan masuknya anggaran murni,” kata Ade menegaskan. Ia menambahkan, apabila terdapat kekurangan anggaran untuk pemeliharaan tersebut, pemerintah daerah bisa mengusulkan sisanya pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, pertengahan 2017 mendatang.

Menurut dia, upaya pemeliharaan jalan tidak melalui tahap lelang sehingga hal itu seharusnya bisa cepat dilakukan dinas terkait. Pemeliharaan jalan, kata Ade sudah direncanakan sejak awal oleh Pemerintah Kabupaten Bogor termasuk anggarannya.

Meski sudah direncanakan sejak awal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Saptariani menganggap realisasinya belum optimal. Buktinya, kata dia, masih ada warga yang mengeluhkan di daerahnya. Ia khawatir semakin tak tertangani setelah anggaran pemeliharaannya dikurangi.

Saptariani menyarankan pemerintah daerah tak hanya memfokuskan perbaikan jalan tapi juga pembuatan saluran air di samping jalan tersebut. “Intinya kalau mengajukan infrastruktur jalan itu harus ada drainase. Apalagi musim hujan intensitas hujan meningkat. Kalau tidak diperhatikan sama saja bohong,” katanya.

Menurut salah seorang pemilik warung minuman di samping jalan Desa Susukan-Ragajaya Kecamatan Bojonggede, Agus (30), kerusakan jalan semakin parah dalam satu tahun terakhir. “Sudah banyak (pengemudi sepeda motor) yang jatuh di sini,” kata dia saat ditemui di warungnya.

Selama ini, ia mengatakan perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Namun, jalan yang diurug material bekas tembok bangunan itu tak bertahan lama akibat banyak dilintasi kendaraan berat untuk proyek perumahan setempat. “Pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan (perbaikan jalan), katanya mau diperbaiki bulan enam (Juni 2017),” kata Agus.

Menurut pengamatan PR di lokasi, lubang-lubang besar di tengah jalan tersebut digenangi air hujan karena tak ada saluran air di sekitarnya. Sejumlah kendaraan roda empat berjalan sangat pelan. Beberapa pengendara sepeda motor juga memilih untuk mendorong kendaraannya. (PR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here