Tuesday, 21 May 2024
HomeKabupaten BogorYuk, Wisata Jalan Rusak di Citeureup Bogor...

Yuk, Wisata Jalan Rusak di Citeureup Bogor…

BOGORDAILY- Sungguh terlalu. Jalan rusak di Citeureup, ini sudah lama dibiarkan terbengkalai. Jalan rusak membuat kendaraan yang melintas menjadi korban. Di Jalan Pahlawan, Citeureup, warga memberikan pertolongan dengan mendorong Angkot dan pemotor yang terjebak di kubangan air.

Sudah bertahun-tahun jalan kabupaten ini rusak. Pemerintah Kabupaten belum juga turun tangan. Walau menurut pihak kecamatan, awal April ini akan mulai dilakukan perbaikan.

Kamis (23/2/2017), gabungan organisasi kemasyarakatan, serikat pekerja, hingga karang taruna se-Kecamatan Citeureup di Kabupaten akhirnya mendatangi kantor kecamatan setempat.

Mereka meminta camat mendesak pemerintah daerah agar memperbaiki Jalan Citeureup-Citaringgul yang rusak berat sejak tahun lalu.

Koordinator massa, Rizal, mengatakan desakan serupa sudah pernah disampaikan warga pada November 2016 lalu. Pemerintah daerah menurut dia, sepakat untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. “Tapi karena ada galian pipa gas perbaikan jalan itu dimundurkan sampai Agustus 2017. Warga tidak mau karena terlalu lama,” katanya seusai menemui camat.

Puluhan warga yang datang ke kantor Kecamatan Citeureup meminta perbaikan jalan dipercepat karena kerusakan jalan tersebut semakin parah. Dari pantauan, di lokasi pada saat hujan deras, air yang menggenangi lubang-lubang jalan tersebut mencapai kedalaman hingga setengah meter. Bahkan banyak mobil dan motor yang mogok terendam banjir.

“Kalau mobil (sedan) itu bisa ketutup. Pada saat banjir banyak menimbulkan konflik di antara pengendara yang sama-sama memilih bagian jalan yang tidak terendam banjir,” kata Rizal.

Tak jarang juga kata dia ada pelajar yang jatuh hingga urung pergi ke sekolahnya karena seragam mereka kotor terendam air genangan bercampur lumpur.

Hingga saat ini Rizal mengakui belum ada korban jiwa akibat jalan rusak itu. Namun, ia menganggap jalan rusak menghambat laju perekonomian warga di kawasan industri dan perdagangan tradisional sekitarnya.

Akibat jalan rusak, banyak pekerja pabrik dan pedagang pasar yang terlambat datang ke tempatnya bekerja.

“Sejak 2015 sudah mulai rusak sedang, kerusakan paling parah itu pada 2016 mulai bulan Agustus itu sampai sekarang,” katanya.

Rizal mengatakan peningkatan jalan dengan betonisasi sudah pernah dilakukan pada Agustus 2016 namun tidak secara optimal. Pengecoran jalan menurutnya hanya dilakukan sebagian kecil dari jalan yang rusak itu.

Camat Citeureup Asep Mulyana mengakui jatah anggaran untuk infrastruktur jalan di wilayahnya pada tahun lalu hanya cukup untuk membangun badan jalan sejauh 600 meter. “Kalau tahun 2016 kita hanya dapat 600 meter, tahun ini kita mengharapkan dapat 2700 meter,” kata dia di kantornya.

Rencana peningkatan jalan termasuk pemunduran jadwalnya itu diakui Asep telah disampaikan pada warga. Namun, warga meminta pemerintah daerah mempercepat rencana tersebut karena melihat kondisi jalan yang kian parah. Bagi warga dan pelaku usaha di wilayahnya, jalan rusak sangat menghambat aktifitas mereka sehari-hari.

“Berdasarkan usulan-usulan itu, saya menerima informasi dari dinas teknis terkait jalan Citeureup-Citaringgul ini akan dipercepat (peningkatannya),” kata Asep.

Ia menegaskan pemerintah daerah mulai melakukan lelang untuk pembangunan jalan tersebut pada Maret atau April 2017 mendatang. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 14,8 miliar.

Pembetonan jalan, kata Asep, akan dilakukan jalan wilayah Desa Karangasem Timur dan Kelurahan Karangasem Barat dilanjutkan ke Desa Sanja hingga Desa Leuwinutug. Perbaikan jalan lewat metode tambal sulam dianggap tidak efektif menyelesaikan permasalahan jalan rusak karena jalan itu kembali rusak pada saat musim hujan.

“Bukannya mau diantep atau didiamkan, pembangunan jalan itu kan ada tahapannya,” kata Asep menegaskan.
Sambil menunggu peningkatan jalan, ia mengajak warga setempat melakukan kerja bakti mengurug lubang-lubang di tengah jalan menggunakan batu kerikil dan pasir setelah aksi tersebut.

Asep mengapresiasi respons positif warga yang menyumbangkan tenaga bahkan harganya untuk kegiatan tersebut. Selain menyumbangkan material batu kerikil dan pasir, ia menyebutkan beberapa pengusaha juga meminjamkan alat berat. (kum/pr/bd)

Link Video:

https://www.youtube.com/watch?v=bexdT6I37_M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here