Tuesday, 21 May 2024
HomeKabupaten BogorAwas! Ikan Asin Berformalin Marak di Bogor

Awas! Ikan Asin Berformalin Marak di Bogor

BOGOR DAILY– Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor menemukan asin mengandung dari pedagang di sejumlah pasar tradisional di Bogor. Temuan ini setelah petugas melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional. Tak hanya asin berformalin, dari hasil uji laboratorium, petugas juga menemukan terasi curah yang positif menggunakan pewarna Rhodamin B. Itu adalah zat pewarna sintetis yang khusus digunakan untuk produk tekstil, kertas dan plastik.

Petugas Unit Pelaksana Teknis Kesehatan dan hewan wilayah 6, Diah Rodiah menjelaskan, zat-zat berbahaya itu diketahui setelah petugas menguji sampel makanan menggunakan rapid test.

Bahan dasar sambal dan makanan olahan berupa asin itu diperoleh dari sejumlah pedagang di Pasar Jumat, Dramaga, Bogor.

“Setelah kami cek sampel terasi, cucut asin, dan kerang asin itu ternyata positif mengandung dan zat pewarna Rhodamin B,” kata Diah, usai sidak.

Tim tersebut juga mengecek bahan makan lainnya seperti bakso, daging ayam, daging sapi, pindang, mie basah, tahu putih, dan sebagainya.

Namun setelah dicek, bahan makanan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan masih aman dikonsumsi manusia.

Diah menjelaskan, makanan yang tercampur dengan , pewarna makanan sintetis, maupun zat kimia lainnya dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia. Misalnya iritasi pada kulit, bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit dalam seperti gangguan fungsi hati hingga kanker.

Atas temuan tersebut, petugas langsung membina pedagang yang menjual bahan makanan berbahaya tersebut. Ia meminta agar tidak menjual bahan makanan yang bisa mengancam kesehatan konsumen.

“Kami tidak bisa menindak, tapi hanya mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menjual bahan olahan makanan yang mengandung zat berbahaya, dan merugikan konsumen,” tegas Diah.

Tak hanya di Pasar Jumat Dramaga, selama dua hari berturut-turut petugas juga menemukan kasus serupa di beberapa pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Ciampea Lama dan Ciampea Baru.

“Temuannya hampir sama dengan di Pasar Jumat, yakni beberapa jenis asin dan terasi positif mengandung zat berbahaya,” terang pelaksana UPT Kesehatan dan Hewan wilayah 6, Teni Dwi Noviani.

Untuk meminimalisir sekaligus memberikan sosialisasi, pihaknya akan terus melakukan sidak ke pasar tradisional lainnya.

“Kami akan terus datangi pasar-pasar yang ada di wilayah tugas kami,” tandas Diah. (lip/bd)