Tuesday, 21 May 2024
HomeBeritaMUI Pecat Saksi Merigankan Ahok Ahmad Ishomuddin

MUI Pecat Saksi Merigankan Ahok Ahmad Ishomuddin

BOGOR DAILY– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi, mengatakan bahwa lembaganya telah memecat Ahmad Ishomuddin dari struktur kepengurusan. Ishomuddin dicopot karena menjadi saksi meringankan dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Berkaitan dengan berita tentang pemberhentian saudara Ishomuddin dari kepengurusan , dengan ini kami sampaikan bahwa berita tersebut benar,” kata Zainut

Pemberhentian itu, kata dia, berdasarkan keputusan Rapat Pimpinan pada Selasa tanggal 21 Maret 2017.

Zainut mengatakan pemberhentian Ishomuddin, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebagai pengurus bukan semata karena menjadi saksi ahli dugaan penodaan agama, tetapi juga karena ketidakaktifannya selama menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa di .

Dia mengatakan secara berkala Dewan Pimpinan melakukan evaluasi kepengurusan untuk memastikan semua anggota pengurus agar dapat melaksanakan amanat dan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya.

Evaluasi tersebut, lanjut dia, berlaku untuk semua pengurus jadi bukan hanya terhadap Ishomuddin saja. Kriteria ketidakaktifan itu dinilai dari kehadiran dalam rapat-rapat dan kegiatan lainnya.

“Terhadap Pak Ishomuddin pemberhentian beliau sebagai pengurus selain karena tidak aktif juga karena melanggar disiplin organisasi. Demikian semoga bisa memberikan penjelasan,” kata dia.

Sebelumnya, Ishomuddin mengaku belum mengetahui informasi pemecatan tersebut. Meski demikian, ia juga mengatakan tak keberatan jika dipecat oleh .

“Kalaupun dipecat, ya tidak apa-apa. Saya menjadi Wakil Ketua Komisi Fatwa itu bukan karena keinginan pribadi, tapi karena ditunjuk,” tutur Ishomuddin.

Ia mengatakan, menyampaikan penjelasan apa adanya sesuai dengan pengetahuan dirinya dalam persidangan. Tidak ada yang didistorsi atau motif apa pun saat memberi kesaksian dalam persidangan Ahok.

“Jadi, kalau saya dipecat dari , tidak apa-apa. Saya malah bersyukur, karena mengurangi beban amanah yang diserahkan kepada saya,” tutur Ishom yang juga dosen Institute Agama Islam Negeri Radin Intan II Bandar Lampung itu. (sur/bd)

sumber:  suara.com