VIDEO: Astaga Warung Kopi Ini Sajikan Wanita Berbikini. Kabarnya Mau Buka Cabang di Bali!

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional ยท 29 Mar 2017 15:32 WIB

VIDEO: Astaga Warung Kopi Ini Sajikan Wanita Berbikini. Kabarnya Mau Buka Cabang di Bali!


 VIDEO: Astaga Warung Kopi Ini Sajikan Wanita Berbikini. Kabarnya Mau Buka Cabang di Bali! Perbesar

BOGORDAILY- Bikini Beans Espresso. Ini bukan kedai kopi sembarangan. Demi merebut pelanggan, warung kopi ini tak cuma menyajikan minuman segar dalam menunya, tapi juga wanita berbikini. Tak hanya itu, para pelayannya juga wajib mengenakan g-string atau tiga stiker untuk menutupi bagian paling sensitif.

Dilansir Oddity Central, Rabu (28/3/2017), kebijakan warung kopi ini dengan cabang di Washington dan Arizona ini menimbulkan perdebatan.

Namun, hal itu tidak mengurangi tempat ini sebagai tempat paling populer bagi kaum Adam di negeri Paman Sam itu. Bahkan kabarnya dalam waktu dekat, mereka berencana membuka gerai cabangnya di Bali Indonesia.

Banyak pria datang membeli kopi demi melihat wanita-wanita berbaju seksi. Bahkan, warung kopi ini mendapat rating bintang lima serta memiliki banyak pengikut di media sosial, meski tidak sedikit pula yang menuding kebijakan mendegradasi kehormatan perempuan.

Namun pandangan itu tidak berlaku bagi pemilik Bikini Beans Espresso, Ben Lyles. Dia malah menyebut seragam serba minim itu menunjukkan kekuatan para perempuan, dan membantu mereka merasa nyaman atas tubuhnya sendiri.

“Hal ini membuat barista kami mengenakan bikini, merasa nyaman dengan tubuh mereka, merangkulnya dan memiliki pilihan untuk melakukan yang mereka nikmati dan sukai,” ujar Lyles kepada Fox News.

Carlie Jo, pemilik Bikini Beans Espresso di Washington juga memiliki pandangan yang sama. Dalam pandangannya, wanita juga memiliki hak sejajar dengan pria dalam urusan berpakaian, termasuk soal bikini.

“Wanita di manapun memiliki hak untuk memilih, menjadi gay, menjadi pemimpin sukses di masyarakat dan memiliki bisnis, atau maju sebagai presiden! Kami memiliki hak untuk memberikan pekerjaan yang anggun, percaya diri, dan bermartabat, terlepas itu pakaian bisnis, atau bikini,” katanya.

Meski banyak pria yang memberikan pujian terhadap warung kopi ini, namun tidak sedikit pula yang mengeluhkannya. Seperti yang diakui ibu empat anak, Kimberly Curry asal Spokane, Washington. Dia terkejut mendapati para pelayannya untuk pertama kali saat berkendara pulang dari bioskop lokal bersama anak-anaknya.

“Masalahnya tidak sebanyak yang mereka lihat, tapi bagaimana menjelaskan pada anak saya yang berusia delapan, tujuh sampai lima tahun melihat wanita-wanita itu tanpa pakaian saat menyajikan kopi dan mengapa para pria sampai antre untuk mendapatkannya,” keluhnya.

Dia juga mengeluhkan pakaian seksi itu terlihat jelas meski berada di luar warung tersebut, bahkan jalan-jalan utama di mana para pelayan seksi memperlihatkan diri di depan jendela, berjalan keluar untuk merokok, mengiklankan atau membuang sampah hanya tanpa berganti pakaian sama sekali.

“Salah satu dari mereka bahkan mempromosikan ‘lolipop gratis bagi anak-anak yang datang’,” keluhnya.

Brittany Paterson, pelayan Bikini Beans Espresso di Washington mengakui tidak bisa menghindari anak-anak saat melayani pelanggannya. Namun, dia menyebut banyak keluarga yang tetap datang tanpa mengeluhkan cara berpakaian mereka.

“Saya pernah mendapatkan sebuah keluarga yang menyukai saya. Meski mereka membawa keluarga mereka secara lengkap. Mereka bawa anak-anak mereka, dan saya pernah memberikan kursi bayi sebelumnya. Jadi tidak berakibat buruk pada anak-anak, sata pikir tu merupakan cara lain untuk menyerang kami.” (mer/bd)

Link Video:

Artikel ini telah dibaca 504 kali

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional