BOGOR DAILY- Warga Negara (WN) Jepang Inao Jiro (48) ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya di kawasan Tangerang Selatan. Jiro San yang diketahui merupakan salah satu manajer idol group JKT48, kerap hadir di hadapan fans untuk menyampaikan pengumuman tertentu.
Momen terakhir pengumuman dari Jiro di hadapan fans JKT48 yakni saat Pengumuman Hasil Sementara Tahap I Sousenkyo JKT48 2017 untuk menentukan member yang akan ada di single ke-17. Acara tersebut berlangsung pada 18 Maret 2017 lalu di Teater JKT48.
Selain Sousenkyo, masih di bulan Maret, momen terakhir Jiro di hadapan fans juga terlihat saat Handshake Festival ‘Saikou ka yo – Luar Biasa’ di ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan pada 4 Maret 2017 lalu.
Saat itu, Jiro mengumumkan perpindahan tim 2 member Generasi 4 yakni Zahra Yuriva dan Sri Lintang. Kedua member yang berasal dari tim T itu pindah ke tim J.
Jiro hadir untuk menyampaikan pengumuman nama-nama yang masuk dalam 32 besar.
Sementara di media sosial facebook, pemilik akun Ngidol 48 mengunggah sebuah video saat aksi panggung Inao Jiro bersama salah satu personil JKT8, Jessica Veranda. Ia pun menuliskan kenangan sebelum Inao memilih bunuh diri.
“Sebagai tribute kami kepada salah satu orang paling berjasa di JKT48, kami persembahkan lagu duet JiroInao bersama Jessica Veranda: Futari wa Dekiteru (Kita Berdua Jadian). Farewell, Jiro-san #WOTAREMA,”tulisnya
Nih liat videonya
Sebelumnya, Inao Jiro ditemukan gantung diri di kamar mandi rumahnya pada Selasa (21/3) sore. Dia pertama kali ditemukan oleh istri dan pembantunya.
Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP H Mansuri mengatakan motif bunuh diri yang dilakukan Jiro akibat beban kerja terlalu berat. “Motif karena beban kerja terlalu berat. Pekerjaan generalisasi manajer JKT48,” kata AKP Mansuri, Rabu (22/3/2017).
Sejauh ini polisi telah memeriksa 3 saksi yang terdiri dari petugas keamanan dan pembantu. Pihak keluarga sendiri belum dapat dimintai keterangan karena shock. “Dari luar keluarga (ada) yang sudah kita periksa, security, warga sekitar. Untuk keluarga masih shock,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander, Rabu (21/3) (dtk/bd)