Jadi Biang Kecelakaan, Dishub Jabar Kumpulkan PO Bus

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

TERKINI · 1 Mei 2017 16:53 WIB

Jadi Biang Kecelakaan, Dishub Jabar Kumpulkan PO Bus


 Jadi Biang Kecelakaan, Dishub Jabar Kumpulkan PO Bus Perbesar

BOGOR DAILY- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat akan mengumpulkan perusahaan otobus (PO) terkait adanya sejumlah kecelakaan di Jalur Puncak dan kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

“Besok siang, kita akan kumpulkan semuanya, kita akan rapat dengan PO atau penyedia jasa transportasi darat lainnya terkait sejumlah kecelakaan seperti Ciloto, Tanjakan Salarong Puncak dan yang di Ciwidey,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik.

Dalam kurun waktu dua pekan berturut-turut, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Jawa Barat, yakni kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan di Jalur Puncak, tepatnya pada Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kejadiannya Sabtu 22 April 2017.

Kemudian, sopir bus pariwisata Gia Trans berinisial WH (57) yang menabrak dua pejalan kaki hingga tewas di Jalan Raya Ciwidey pada Minggu 23 April 2017 dan terakhir tabrakan kendaraan secara beruntun yang terjadi di Jalan Raya Puncak RT 05/RW 06, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Provinsi Jawa Barat hingga Mingu petang telah menewaskan sebanyak 11 orang.

Kecelakaan tersebut disebabkan rem blong Bus Kitrans bernomor polisi B 7057 BGA yang tak dapat dikendalikan karena remnya tak berfungsi. Dedi menuturkan, rapat antara pihaknya dengan PO yang digelar besok adalah untuk menegaskan komitmen tentang pengawasan terhadap setiap kendaraan yang dimilikinya benar-benar layak jalan.

“Kalau dalam rapat nanti PO atau perusahaan penyedian jasa transportasi tersebut tidak mau melaksanakan komitmen yang ada maka akan kita cabut izinnya,” kata dia.

Dinas Perhubungan Jawa Barat, menurut Dedi menekankan prinsip “Tri Siap” untuk setiap perusahaan otobus yakni pertama manusia atau sopirnya harus siap secara fisik atau sehat jasmani dan rohani dan kedua siap administrasi yakni dicek bahwa kendaraan ini mempunyai STNK, buku uji dan SIM pengendara, ketiga siap untuk fisik kendaraan.

“Dan kendaraan harus betul-betul dalam kurun waktu enam bulan sekali wajib dilakukan uji berkala sesuai dengan amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, kemudian pada PP Nomor 55 Tahun 2012 terkait kendaraan wajib uji berkala setiap enam bulan sekali atau setahun dua kali,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap harinya perusahaan otobus harus melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraannya.

“PO ini harus menyediakan dan menyiapkan bengkel, harus diperiksa bahwa kendaraan ini betul-betul layak jalan, itu ada biasanya pada PO yang sudah punya sistem bagus, mengharuskan untuk dicek di antaranya alat pengendaraan. Kemudian fungsi pengeraman, kondisi ban dan berkaitan dengan trasmisi kendaraan harus dipastikan layak jalan,” tutupnya. (Okezone)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

 
Baca Lainnya

Viral, Warung Super Mahal, Teh Rp25 Ribu, Bakso Semangkok Rp100 Ribu

26 September 2022 - 12:10 WIB

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Security Terminal Baranangsiang Dilatih Tentara

24 September 2022 - 17:34 WIB

Lokasi SIM Keliling Kota Bogor saat Weekend, Sabtu 24 September 2022

24 September 2022 - 07:01 WIB

SIM Keliling Bogor Weekend

Penimbun BBM dan Elpiji di Jawa Barat Dicokok Polisi

23 September 2022 - 22:34 WIB

Video Sedih: Anak Buang Ibu, Diusir dari Rumah Telantar di Jalanan

23 September 2022 - 21:43 WIB

Trending di TERKINI