Friday, 4 April 2025
HomeKabupaten BogorBPOM Sebut Makanan Berbahaya Beredar di Pasar Ciawi

BPOM Sebut Makanan Berbahaya Beredar di Pasar Ciawi

BOGOR DAILY-Badan Pengawas Obat dan Makanan () menyambangi pasar tradisional Ciawi untuk menyosialisasikan program pasar aman dari bahan berba­haya dan satu unit teskit, yaitu alat pen­deteksi bahan ke­pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Hasilnya, pihaknya menemukan banyak sekali bahan berbahaya yang terkandung pada barang yang dijual pe­dagang , Kabupaten Bogor. Temuan tersebut sudah melalui hasil uji lab yang dilakukan Badan POM bebera­pa hari terakhir.

”Dua minggu lalu kita uji, dari 20 sam­pel ada 6 yang positif mengandung ba­han berbahaya, kemudian tadi pagi dari 30 sampel ada 5 yang positif. Tadi ada mi, rangginang, terasi, terus yang kema­rin ada ikan cucut asin,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Suratmono.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut dia, penggunaan bahan berbahaya dari 24 persen turun menjadi 15 persen dan se­karang naik lagi menjadi 16 persen. Penya­lahgunaan formalin pun menurun. Tahun ini ditargetkan 139 pasar di seluruh In­donesia aman. ”Kita akan berupaya mewu­judkan itu dengan memberikan sosiali­sasi dan menggandeng komunitas pasar,” terangnya.

Intinya, sambung dia, dan pem­da terbatas untuk mengawasi bahan-bahan berbahaya yang masuk pasar. ”Jadi konsep menggandeng komunitas pasar perlu dilakukan dengan memberi­kan pelatihan dan sosialisasi kepada me­reka terhadap bahan berbahaya,” ung­kapnya.

Sementara pemberian teskit ini, menurut dia, untuk menekan penyebarluasan peng­gunaan bahan di masyarakat luas. Apalagi berdasarkan data , penyalahgunaan bahan ber­bahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walaupun sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

“Saya berharap pasar yang dikelola PD Pasar Tohaga setelah mendapat pelatihan bersih dari bahan berbahaya, kiosnya harus ditandai stiker. Hal ini untuk mem­beritahu masyarakat bahwa kios ini aman dari bahan berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sek­da) Kabupaten Bogor Adang Suptandar berjanji akan menindaklanjuti terkait kunjungan tersebut. Dia pun menga­presiasi kegiatan tersebut dan berharap seluruh pasar bisa melakukan teskit. Se­hingga makanan yang beredar selalu dalam kondisi aman.

“Yang merasakan kerugian mengon­sumsi bahan adalah masyarakat. Saat ini kan mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. PD Pasar Tohaga harus terus-menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya.