BOGOR DAILY-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyambangi pasar tradisional Ciawi untuk menyosialisasikan program pasar aman dari bahan berbahaya dan satu unit teskit, yaitu alat pendeteksi bahan makanan berbahaya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Hasilnya, pihaknya menemukan banyak sekali bahan berbahaya yang terkandung pada barang yang dijual pedagang Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor. Temuan tersebut sudah melalui hasil uji lab yang dilakukan Badan POM beberapa hari terakhir.
”Dua minggu lalu kita uji, dari 20 sampel ada 6 yang positif mengandung bahan berbahaya, kemudian tadi pagi dari 30 sampel ada 5 yang positif. Tadi ada mi, rangginang, terasi, terus yang kemarin ada ikan cucut asin,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Suratmono.
Dalam tiga tahun terakhir, lanjut dia, penggunaan bahan berbahaya dari 24 persen turun menjadi 15 persen dan sekarang naik lagi menjadi 16 persen. Penyalahgunaan formalin pun menurun. Tahun ini ditargetkan 139 pasar di seluruh Indonesia aman. ”Kita akan berupaya mewujudkan itu dengan memberikan sosialisasi dan menggandeng komunitas pasar,” terangnya.
Intinya, sambung dia, BPOM dan pemda terbatas untuk mengawasi bahan-bahan berbahaya yang masuk pasar. ”Jadi konsep menggandeng komunitas pasar perlu dilakukan dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada mereka terhadap bahan berbahaya,” ungkapnya.
Sementara pemberian teskit ini, menurut dia, untuk menekan penyebarluasan penggunaan bahan makanan berbahaya di masyarakat luas. Apalagi berdasarkan data BPOM, penyalahgunaan bahan berbahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walaupun sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun.
“Saya berharap pasar yang dikelola PD Pasar Tohaga setelah mendapat pelatihan bersih dari bahan berbahaya, kiosnya harus ditandai stiker. Hal ini untuk memberitahu masyarakat bahwa kios ini aman dari bahan berbahaya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar berjanji akan menindaklanjuti terkait kunjungan BPOM tersebut. Dia pun mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap seluruh pasar bisa melakukan teskit. Sehingga makanan yang beredar selalu dalam kondisi aman.
“Yang merasakan kerugian mengonsumsi bahan makanan berbahaya adalah masyarakat. Saat ini kan mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. PD Pasar Tohaga harus terus-menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya.