Telegram Diblokir, CEO Telegram Kelabakan

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Nasional · 17 Jul 2017 09:49 WIB

Telegram Diblokir, CEO Telegram Kelabakan


 Telegram Diblokir, CEO Telegram Kelabakan Perbesar

BOGOR DAILY- Pemerintah akhirnya memblokir ap­likasi percakapan Telegram yang diduga banyak digunakan kelompok teroris ataupun radikal. Rupanya langkah tegas ini membuahkan hasil. Sampai-sampai pendiri layanan messaging, Pavel Durov, dibuat panik dan akhirnya mau mengakui kesalahan.

Pria asal Rusia itu pun menyesalkan permintaan pemerin­tah Indonesia untuk menutup channel terorisme yang ada di Telegram tak cepat-cepat diproses. Ia juga mengklaim tak langsung mendapat laporan dari timnya begitu ada permintaan dari Kominfo. “Sayangnya, saya tidak sadar akan permintaan itu yang menyebabkan miskomunikasi dengan kementerian,” ujarnya lewat channel resmi Durov di Telegram, Minggu (16/7).

Menkominfo Rudiantara sebel­umnya mengaku telah mencoba menghubungi Telegram berkali-kali.

Namun karena tak kunjung mendapatkan respons, akhirnya pemerintah mengambil langkah tegas untuk memblokirnya demi keamanan negara.

“Kalau Google ada kantor perwakilan di Singapura, Twitter ada di Indonesia. Sementara ka­lau Telegram ini komunikasinya harus lewat web service mereka. Mereka protes, kok kita tidak diajak bicara, tahu-tahu diblokir. Padahal Kominfo sudah hubun­gi Telegram berkali-kali,” sesal menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Permintaan dari pemerintah Indonesia jelas sangat berala­san. Sebab dalam Telegram, ungkap menteri, ditemukan ada 17 ribu halaman terkait terorisme dan aksi radikalisme lainnya. Atas tuduhan itu, Durov pun memberi pernyataan yang isinya mengakui soal banyaknya saluran terkait terorisme di channel Telegram.

Namun setiap bulan, Durov mengklaim telah memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan daftarnya di @isiswatch. “Kami terus berusaha lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris dan selalu terbuka terhadap ga­gasan tentang bagaimana men­jadi lebih baik dalam hal ini,” kata pria 32 tahun itu.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

 
Baca Lainnya

Daftar Jenderal yang Dimutasi Kapolri!

26 September 2022 - 12:35 WIB

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

26 September 2022 - 09:39 WIB

Program Uji Coba Kompor Listrik

Waduh, Akun Media Sosial Redaksi Narasi Kena Hack

26 September 2022 - 09:33 WIB

redaksi Narasi kena hack

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Permainan Capit Boneka Disebut Haram, Ini Alasannya!

26 September 2022 - 08:36 WIB

Capit boneka haram

Biadab! Kakek Jadikan Cucunya Budak Seks hingga Hamil dan Melahirkan

26 September 2022 - 08:25 WIB

Budak Seks kakek
Trending di Nasional