Kelakuan Pelajar Pulang Sekolah Langsung Bajak Truk

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Kabupaten Bogor · 3 Agu 2017 13:58 WIB

Kelakuan Pelajar Pulang Sekolah Langsung Bajak Truk


 Kelakuan Pelajar Pulang Sekolah Langsung Bajak Truk Perbesar

BOGOR DAILY– Wajah pendidikan di Bumi Tegar Beriman begitu mengkhawatirkan. Sebab, banyak masalah yang harus segera diselesaikan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini. Membajak mobil (BM) merupakan salah satu penyakit para pelajar yang belum bisa disembuhkan hingga kini.

Padahal, dari aksi ngeBM ini akan memicu tawuran antarpelajar. Salah seorang pelajar, Arya (16) mengatakan, ngeBM ini sudah menjadi tradisi bagi anak-anak sekolah.

Apalagi bagi para pelajar SMK. Meski begitu, hal ini bukan dilatarbelakangi tak punya uang untuk naik angkutan umum. ”Kalau saya sih hanya diajak saja sama teman. Tapi kayaknya seru, makanya saya ikut,” katanya. Ia pun mengakui saat ngeBM, biasanya dirinya diserang pelajar sekolah lain dan pastinya akan berujung tawuran.

”Biasanya sih kalau ngeBM gini kita juga bawa senjata, nggak mungkin tangan kosong. Tak utnya ada yang nyerang dari sekolah lain,” tuturnya.

Sementara Andi (15) mengungkapkan, aktivitas mencegat mobil truk ini tentu tidak diketahui pihak sekolah. Sebab jika diketahui pihak sekolah, para siswa ini akan diberi sanksi oleh guru-gurunya.

”Kalau ketahuan oleh guru pasti dihukum kita. Apalagi kalau ketahuan sama orang tua, bahaya itu,” ungkapnya sambil tersenyum. Ia pun memaparkan, biasanya siswa-siswa yang baru masuk diajak kakak kelasnya un- tuk ikut nge-BM.

Kalau tidak ikut, biasanya dikucilkan di sekolah. ”Kalau nge-BM ini bisa Rsampai ke daerah Cianjur,” paparnya. Terpisah, salah seorang wali murid, Ajun (38), mengaku hal ini memang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat secara umum.

Karena jika sudah keluar lingkungan sekolah, hal ini bukan menjadi tanggung jawab sekolah lagi. ”Kita sebagai orang tua juga harus lebih memperhatikan anak-anak kita yang sekolah, jangan sampai terjerumus dalam pergaulan seperti itu,” akunya

Artikel ini telah dibaca 83 kali

 
Baca Lainnya

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev

Plt. Bupati Bogor Serahkan Asuransi AUTP, KUR, dan RJIT Kepada Petani di Cariu

10 Agustus 2022 - 05:51 WIB

AUTP

Soal Kesaksian di Kasus Ade Yasin, Pengamat: Ihsan Diduga Korban Pemerasan BPK

9 Agustus 2022 - 19:24 WIB

Bis MGI Terbakar di Tol Ciawi, Ini Penjelasan Damkar

9 Agustus 2022 - 19:19 WIB

Bus terbakar
Trending di Kabupaten Bogor