Ada Bukit Garam di Sukamakmur, Ini yang Dilakukan Warga

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Kamis 8 Desember 2022 Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia

Kabupaten Bogor · 16 Sep 2017 13:21 WIB

Ada Bukit Garam di Sukamakmur, Ini yang Dilakukan Warga


 Ada Bukit Garam di Sukamakmur, Ini yang Dilakukan Warga Perbesar

BOGOR DAILY-Peribahasa garam di laut dan asam di gunung, ternyata tidak selamanya benar. Hal itu ditandai dari banyaknya penemuan air laut di atas bukit yang kemudian dijadikan sumber garam. Seperti di wilayah Kampung Jogjogan, RT ,09/05 Desa Wargajaya.

Saat mendatangi tempat itu, ada hal tak biasa yang bisa kita temukan. Garam yang biasanya berasal dari laut, bisa ditemukan di gunung perbukitan Sukamakmur, tepatnya dalam sebuah sumur di Kampung Jogjogan.

Karena sumber itu, warga tak berimbas kenaikan harga garam karena bisa memproduksinya sendiri. Padahal area itu jauh dari laut. “Tidak ada laut sekitar sini, tapi Alhamdulillah ada sumber garam,” tutur warga sekitar, Safei (45).

Ia menerangkan, sumur yang menjadi sumber garam ini sudah ada sejak puluhan tahun. Namun, sumber ini sempat tertimbun lama saat pergeseran tanah dan saat ini timbul kembali. “Saat garam mahal, sumur ini kembali bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menerangkan, warga menggunakan metode perebusan air untuk mengubah air ke garam. Dalam satu jam, air satu liter direbus hingga menghasilkan 1/4 garam murni yang langsung bisa dikonsumsi.

“Hasilnya sama dengan garam laut, garam gunung yang dihasilkan di Krayan memiliki penampilan yang sama, yaitu seperti pasir dan berwarna putih,” ucapnya.

Tak hanya itu, ternyata garam gunung memiliki kandungan yodium lebih tinggi dibanding garam laut. “Garamnya lebih bagus dari air laut. Itu kata orang yang pernah neliti garam di sini,” tukanya. Kelebihan lain, yaitu tidak mengubah warna sayur. Saat sayur dimasak dan dibubuhi garam, warna sayur tetap segar.

“Kalau biasanya sayur yang diberi garam laut berubah warna menjadi agak layu, tidak dengan garam gunung. Sayur yang diberi garam gunung tetap berwarna hijau segar,” ungkapnya .

Ia mengaku, tengah memikirkan agar garam ini tak hanya mencukupi kebutuhan warga, melainkan juga dapat memberikan penghidupan pada warga sekitar

 
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Hakordia 2022: Plt Bupati Bogor Sebut Dirinya Harus Jadi Simbol Perubahan

9 Desember 2022 - 18:13 WIB

Harlah IUQI Bogor ke-7, Rektor IUQI Audiensi dengan Plt Bupati Bogor

9 Desember 2022 - 18:01 WIB

Harlah IUQI Bogor ke-7, Rektor IUQI Audiensi dengan Bupati Bogor

Peringati Harkodia Tahun 2022, Pemkab Prioritaskan Pencegahan dan Penekanan Korupsi di Sektor Pemerintah

9 Desember 2022 - 13:08 WIB

Korupsi di Sektor Pemerintah

Puluhan Satpam Kecewa, PT Kahuripan PHK Lewat Surat Kantor Pos

9 Desember 2022 - 12:36 WIB

PT Kahuripan

Pemkab Bogor Ajak ASN Aktif Tangkal Masuknya Paham Radikalisme ke Kabupaten Bogor

9 Desember 2022 - 12:10 WIB

Radikalisme ke Kabupaten

Ribuan Peserta Bakal Ramaikan Festival Senam Pancakarsa di Stadion Pakansari

9 Desember 2022 - 11:35 WIB

peserta senam pancakarsa
Trending di Kabupaten Bogor