Pembangunan Yayasan As Sunah Jonggol Mendadak Dihentikan

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Kabupaten Bogor · 2 Sep 2017 23:44 WIB

Pembangunan Yayasan As Sunah Jonggol Mendadak Dihentikan


 Pembangunan Yayasan As Sunah Jonggol Mendadak Dihentikan Perbesar

BOGOR DAILY– Pembangunan tempat ibadah dan lembaga pendidikan di Kampung Cigugur, RT 02/03, Desa Singajaya milik Yayasan As Sunah kini dihentikan oleh Polsek Jongol dan Pemerintah Desa.

Upaya itu menyusul penolakan masyarakat dari dua kampung di Desa Singajaya, yakni Kampung Peundeuy dan Kampung Cigugur.  Pembangunan gedung yang sudah sampai 30 persen berdiri ini tak lagi berlanjut. Penghentian pembangunan itu, untuk mencegah tindak anarkis masyarakat yang menganggap ajaran yayasan itu bertentangan dengan faham dominan.

“Untuk kemaslahatan bersama, bangunan kami hentikan,” tukas Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto.

Menurutnya, pemahaman yang dianut oleh penganut tertentu dalam yayasan, kerapkali berbenturan dengan adat keagamaan warga sekitar. Karenanya, aktivitas keagamaan yayasan ini sering kali menyulut emosi warga. “Saat ini sudah kondusif, dan tetap dalam pantauan kami,” pungkasnya.

Berdasarkan kepentingan Kamtibmas, pihaknya meminta agar pembangunan tak dilanjutkan. Penghentian tersebut dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan . “Belum tahu hingga kapan. Yang pasti kami tunggu hingga kondusif,”tuturnya.

Upaya itu mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua RW 03 M Sahroni mengaku lebih tenang dari sebelumnya. Mengingat, aktivitas yayasan itu telah mengecewakan perasaan warga sekitar. “Ketika mereka anggap ajaran guru-guru kami salah. Tentunya itu sangat menyakitkan hati kami. Bersyukur tempat itu sudah ditutup,” pungkasnya.

Menurutnya, jika tidak ada tindakan cepat dan tegas dari aparat, akan terjadi hukum rimba yang dilakukan warga. “Selama ini para tokoh kesulitan menahan warga. Alhamdulillah warga tidak sampai anarkis,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

 
Baca Lainnya

Angin Kencang Terjang Cigudeg Bogor, Rumah dan Masjid Rusak

13 Agustus 2022 - 22:14 WIB

IUQI Bogor Adakan Penutupan Sidang Munaqosyah dan Pengumuman Kelulusan Angkatan ke-2

13 Agustus 2022 - 21:15 WIB

Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Gelar Sunatan Massal

13 Agustus 2022 - 20:42 WIB

Hujan Deras, Dua Rumah di Ciawi Bogor Tertimpa Longsor

13 Agustus 2022 - 16:43 WIB

longsor pabangbon

Jadwal dan Lokasi Pelayanan SIM Keliling Kabupaten Bogor, Sabtu 13 Agustus 2022

13 Agustus 2022 - 07:54 WIB

Lokasi SIM Kabupaten Bogor

Rakercam KNPI Gunungsindur, Peserta Ditraining Karakter Building

12 Agustus 2022 - 22:34 WIB

Trending di Kabupaten Bogor