Monday, 22 April 2024
HomeNasionalCatat! Tiket LRT Dipatok Rp12.000

Catat! Tiket LRT Dipatok Rp12.000

BOGOR DAILY-Pemerintah me­netapkan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabo­debek) sebesar Rp12 ribu. Menteri Keu­angan Sri Mulyani menyatakan pemerin­tah memberi dukungan dalam bentuk subsidi harga tiket sebesar 50 persen.

”PSO juga nanti dihitung dengan satu jumlah tertentu, di mana sebagian itu dibebankan kepada penumpang kira-kira Rp12 ribu. Sedangkan lainnya akan ditanggung pemerintah. Saya kira 50 persen bagian yang merupakan penum­pang mesti bayar, sebagian oleh pemerintah,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kempinski Grand Ballroom, Ja­karta Pusat, Jumat (29/12/2017).­

Subsidi LRT berkisar Rp1-1,2 triliun per tahun se­lama 12 tahun. Jika dijumlah, maka sekitar Rp14 triliun se­lama 12 tahun. Nantinya pe­nerimaan tiket tersebut diguna­kan untuk melunasi pinjaman proyek LRT. Jumlah penumpang ditaksir mencapai 200 ribu per hari dan mencapai puncaknya 420 ribu per hari.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani perjanjian kredit sindikasi proyek kereta api ringan (LRT, red) Jabodebek. Peminjaman kredit bernilai Rp19,25 triliun dengan Rp18,1 triliun untuk kredit investasi dan Rp1,15 triliun untuk kredit modal kerja. Kontrak pemin­jaman tersebut dengan jangka waktu selama 18 tahun.

Penandatangan tersebut dila­kukan dengan 12 bank sindi­kasi. Baik bank himbara, bank swasta dan swasta asing seperti Mandiri, BNI, , BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, Hana Bank, BTMU, Shin­han Bank Indonesia, Bank Sumut dan Bank Mega.

Sri Mulyani menuturkan, APBN mengalokasikan dana sebesar Rp7,6 triliun kepada PT KAI dan Rp1,4 triliun ke­pada PT Adhi Karya. Dana tersebut dalam bentuk penyer­taan modal negara. ”Pembi­ayaan yang dilakukan sindi­kasi membutuhkan jaminan bahwa PT KAI akan mem­bayar kembali apa yang dip­injam,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memperingatkan jangan sampai ada korupsi dalam proyek tersebut. ”Kita akan pasang rambu korupsi,” ujar Luhut. Ia pun siap menin­jau secara rutin untuk memas­tikan proyek LRT berjalan dengan benar dan transparan dalam pengelolaan pembi­ayaan.