BOGOR DAILY-ISAK tangis mewarnai kepergian Diding Darwin Sarmidy, suami Bupati Bogor Nurhayanti. Kamis (21/12) malam, kediaman orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu ramai didatangi para pelayat. Di rumah duka di Kampung Sarinten, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Nurhayanti tak berhenti menghapus air matanya sambil terus mengucapkan permohonan maaf. “Maafin bapak ya…,” ujarnya.
KAMIS (21/12) pukul 15:00 WIB, wajah Nurhayanti mendadak memerah begitu menerima panggilan telepon. Saat itu ia tengah memimpin rapat tentang pengawasan daerah dan pembangunan poros Tengah Timur di Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Saat ponselnya berdering, Nurhayanti mendapati kabar bahwa suaminya telah meninggal karena serangan jantung.
Berdasarkan informasi yang didapat, Darwin meninggal tiba-tiba tak lama setelah pulang dari bengkel mobil di daerah Kota Bogor. Saat tiba di kediaman Desa Ciomas sekitar pukul 15:00 WIB, Darwin meminta salah satu penjaga rumah untuk dipijat.
Tidak lama dipijat di ruang tamu, Darwin mengembuskan napasnya sebelum dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan kerabat, almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung, darah tinggi dan pernah dirawat di rumah sakit. “Dulu pernah dirawat di rumah sakit, dia sakit jantung, darah tinggi dan lainnya. Namun dia memang sudah nggak mau ke dokter dan dirawat di rumah sakit,” kata Mamar, adik almarhum.Sementara itu, penjaga rumah bupati, Muhammad Ruslan (47), mengatakan bahwa sekitar pukul 09:00 WIB bapak berniat servis mobil CR-V putih yang biasa ke bengkel langganan beliau di Pajajaran, Kota Bogor. Karena menunggu servis terlalu lama, akhirnya almarhum diantar pulang ke rumah oleh karyawan bengkel sekitar pukul 14:30 WIB. “Sampai ke rumah ganti celana pendek dan langsung minta dipijit di ruang tamu,” ujar Ruslan yang sudah empat tahun menjaga rumah bupati.
Usai dipijit dan keluar keringat dingin, lanjutnya, ia mulai mengeluh sakit di bagain dada dan akhirnya kritis. Melihat kondisi tersebut lantas dirinya memanggil dokter yang ada di Klinik Arafah yang tak jauh dari rumah. “Sekitar pukul 15:05 WIB, akhirnya dokter menyatakan bahwa beliau sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Almarhum memang mempunyai riwayat sakit jantung dan sering cekup ke Rumah Sakit BMC. Almarhum yang merupakan asli warga Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor itu terkenal dengan sosok yang humoris. Selama menikah dengan Nurhayanti, ia memiliki dua anak yakni Aldi dan Andri serta tiga cucu. “Rencana besok pukul 07:00 WIB jenazah almarhum dimakamkan di Dreded,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Nurhayanti dalam keterangannya meminta maaf atas segala kesalahan suaminya yang meninggalkan dua anak dan tiga cucu. “Maafin bapak ya. Mohon doanya agar almarhum bapak diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya dan diterima amal ibadahnya serta diberikan di tempat yang layak,” singkat Nurhayanti.
Saat ini, jasad almarhum masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Rahayu 1 Nomor 1 RT 01/09, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Dreded Jalan Pahlawan, Kota Bogor, pukul 07:00 WIB.