Sunday, 6 April 2025
HomeKabupaten BogorSuami Meninggal, Bupat Bogori: Maafin Bapak ya...

Suami Meninggal, Bupat Bogori: Maafin Bapak ya…

BOGOR DAILY-ISAK tangis mewarnai kepergian Diding Darwin Sarmidy, suami Nurhayanti.  Kamis (21/12) malam, kediaman orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu ramai didatangi para pelayat. Di rumah duka di Kampung Sarinten, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Nurhayanti tak berhenti menghapus air matanya sambil terus mengucapkan permohonan maaf. “Maafin bapak ya…,” ujarnya.

KAMIS (21/12) pukul 15:00 WIB, wajah Nurhayanti men­dadak memerah begitu me­nerima panggilan telepon. Saat itu ia tengah memimpin rapat tentang pengawasan daerah dan pembangunan poros Tengah Timur di Babakanma­dang, Kabupaten Bogor. Saat ponselnya berdering, Nur­hayanti mendapati kabar bahwa suaminya telah meninggal karena serangan jantung.

Berdasarkan informasi yang didapat, Darwin meninggal tiba-tiba tak lama setelah pu­lang dari bengkel mobil di daerah Kota Bogor. Saat tiba di kediaman Desa Ciomas sekitar pukul 15:00 WIB, Dar­win meminta salah satu pen­jaga rumah untuk dipijat.

Tidak lama dipijat di ruang tamu, Darwin mengembuskan napasnya sebelum dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan ke­terangan kerabat, almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung, darah tinggi dan per­nah dirawat di rumah sakit. “Dulu pernah dirawat di rumah sakit, dia sakit jantung, darah tinggi dan lainnya. Namun dia memang sudah nggak mau ke dokter dan dirawat di rumah sakit,” kata Mamar, adik almar­hum.Sementara itu, penjaga rumah bupati, Muhammad Ruslan (47), mengatakan bahwa sekitar pukul 09:00 WIB bapak berniat servis mobil CR-V pu­tih yang biasa ke bengkel lang­ganan beliau di Pajajaran, Kota Bogor. Karena menung­gu servis terlalu lama, akhirnya almarhum diantar pulang ke rumah oleh karyawan bengkel sekitar pukul 14:30 WIB. “Sam­pai ke rumah ganti celana pendek dan langsung minta dipijit di ruang tamu,” ujar Ruslan yang sudah empat tahun menjaga rumah bupati.

Usai dipijit dan keluar ke­ringat dingin, lanjutnya, ia mulai mengeluh sakit di bagain dada dan akhirnya kritis. Me­lihat kondisi tersebut lantas dirinya memanggil dokter yang ada di Klinik Arafah yang tak jauh dari rumah. “Sekitar pu­kul 15:05 WIB, akhirnya dokter menyatakan bahwa beliau sudah meninggal dunia,” ujar­nya.

Almarhum memang mem­punyai riwayat sakit jantung dan sering cekup ke Rumah Sakit BMC. Almarhum yang merupakan asli warga Kelu­rahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor itu terkenal dengan sosok yang humoris. Selama menikah dengan Nurhayanti, ia memi­liki dua anak yakni Aldi dan Andri serta tiga cucu. “Ren­cana besok pukul 07:00 WIB jenazah almarhum dimakam­kan di Dreded,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Nur­hayanti dalam keterangannya meminta maaf atas segala kesalahan suaminya yang me­ninggalkan dua anak dan tiga cucu. “Maafin bapak ya. Mohon doanya agar almarhum bapak diampuni segala dosanya, di­lapangkan kuburnya dan di­terima amal ibadahnya serta diberikan di tempat yang layak,” singkat Nurhayanti.

Saat ini, jasad almarhum masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Rahayu 1 Nomor 1 RT 01/09, Desa Ciomas Ra­hayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Dreded Jalan Pahlawan, Kota Bogor, pukul 07:00 WIB.