Saturday, 22 June 2024
HomeKabupaten Bogor23.820 Balita Bogor Terserang ISPA

23.820 Balita Bogor Terserang ISPA

BOGOR DAILY 23.820 Balita Bogor Terserang ISPAPenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut () menjadi penyakit gangguan kesehatan yang paling tinggi di Kabupaten Bogor. Tak hanya orang dewasa, bayi pun banyak yang telah terkena . Hingga Januari 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat bayi di bawah lima tahun (balita) yang mengidap mencapai angka 23.820 jiwa.

Tahun ini, dii Kabupaten Bogor, tercatat pengidap tertinggi ada di daerah Kecamatan Ciawi, dengan jumlah pengidap mencapai 1.567 jiwa. Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Eulis Wulantari, mengatakan penyebab munculnya bukan karena lingkungan yang buruk saja, akan tetapi polusi udara juga sangat berpengaruh terkena . “ itu memang infeksi saluran pernapasan. Tapi mayoritas disebabkan karena udara yang lembab, bukan udara kotor. Namun, warga yang tinggal di sekitar kawasan industri juga berpotensi terkena ,” ujar Eulis .

Ia menjelaskan, saat ini merupakan penyakit nomor satu yang diidap warga di Kabupaten Bogor , setelah penyakit Jantung, dan yang lainya. Jika tidak di tangani ISPA bisa menjadi penyakit berbahaya. apabila cairannya sudah menyebar ke paru-paru dan menjadi penyakit pneumonia. “Penyakit Ispa bisa sembuh dalam waktu tiga hari, apabila pola makanan mendukung dan mau berobat ke rumah sakit. Namun yang terpenting agar terhidar dari ispa yakni perilaku hidup yang bersih dan sehat akan menjauhkan masyarakat dari ISPA,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ppenanganan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor Yusnita menambahkan, hasil laporan Puskemas se Kabupaten Bogor, Dinkes mencatat di tahun 2017 hingga Januri 2018 ada sekitar 23.820 kasus balita yang terserang ISPA. Data ini belum termasuk laporan dari Rumah Sakit Daerah (RSUD). Jika ditambah dengan RSUD tentunya angka tersebut akan bertambah. “Faktor utama balita terkena ISPA yakni debu jalanan, sehingga orang tua yang mempunya balita dan tinggal di daerah yang banyak dilalui truk tambang agar lebih waspada dan mengunakan masker,” katanya.

Di Kecamatan Ciawi banyak balita yang terkena ISPA, kata dia, karena wilayah tersebut jalur perbatasan dan banyak dilalui truk-truk besar sehingga aktivitas kendaraan cukup tinggi berdampak kepada pencemara polusi udara, dari mulai debu jalanan hingga knalpot mesin. “1.567 kasus tersebut tersebar di puskesmas Ciawi, Banjarsari, Citapen. Namun, semuanya sudah menjalani pengobatan secara intensif di puskesmas,”katanya.

Munculnya angka tersebut bukan berarti paling tinggi, hal ini di karna kader posyandu dan puskemas aktif mendata warganya yang terkena ISPA. Jika semuanya puskesmas ataupun kader nya aktif , angka ISPA di wilayah Tambang seperti rumpin dan Parungpanjang, Gunungputri bisa diketahui berapa jumlahnya. Namun, saat yang paling aktif wilayah Kecamatan Ciawi sehingga datanya ISPA nya bisa di ketahui .”Kita sudah mengimbau kepada warga yang rumahnya banyak di lalui truk tambang, ataupun tingkat kendaraan tinggi agar memakai masker sehingga bisa mencegah terjadinya gangguan pernafasan,”pungkasnya. (ads)