Saturday, 22 June 2024
HomeKabupaten BogorBiaya Keamanan Pibup Bogor Capai Rp25 Miliar

Biaya Keamanan Pibup Bogor Capai Rp25 Miliar

BOGOR DAILY-Demi menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya Pilkada serentak 2018, Polri menggelar operasi Kepolisian dengan sandi ‘Mantap Praja Lodaya- 2018’ yang dilaksanakan selama 205 hari dari 5 Januari sampai dengan 6 Juli 2018. Polres Bogor mendapatkan kucuran anggaran pengaman Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 sebesar Rp25 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika menambahkan, sesuai aturan untuk bantuan anggaran operasional pengamanan pilkada sebesar Rp25 miliar dari Pemkab Bogor. giatnya dimulai dari tahapan pendaftaran hingga pelantikan Kepala Daerah terpilih. Sedangkan perhitungan Rp 25 miliar tersebut karena Kabupaten Bogor memiliki lebih dari 7.600 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di 38 Kecamatan.

“Dengan luasnya area yang harus kita amankan yaitu 38 kecamatan (2 Kecamatan masuk wilayah hukum Polres Kota Depok), jumlah penduduk 5,5 juta dan 7.600 TPS maka bantuan anggaran operasional pengamanan pilkada serentak sebesar Rp25 miliar itu dirasa wajar,” ujar Dicky usai mengelar pasukan “Antapani Praja Lodaya 2018” di halaman Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, kemarin.

Ia menerangkan lebih dari 2.000 gabungan aparat mulai dari Polisi, TNI dan lainnya ditugaskan untuk mengamankan Pilkada Serentak. Sedangkan Polres Bogor menurunkan 1.945 personel, sementara TNI termasuk batalyon yang ada seperti Paskhas AU, Kopasus, Kostrad juga semaksimal mungkin ikut mengamankan Pilkada serentak. “Untuk pengamanan pasangan calon bupati dan wakil Bupati Bogor, masing-masing calon dijaga dua personel polisi,” katanya.

Dicky menambahkan, untuk wilayah yang rawan, Polres Bogor sudah memetakan potensi kerawanan kericuhan pada Pilkada serentak dan aparat hukum sudah siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Agar masyarakat tidak terpicu konflik atau perbedaan pendapat di ajang Pilkada serentak. Nanti setelah penepatan pasangan calon Bupati dan wakil bupati Bogor, Muspida akan melakukan deklarasi damai bersama para calon. “Setelah penepatan calon, para calon bupati dan wakil bupati bogor, kami akan melakukan deklarasi damai di ajang Pilkada serentak,”bebernya.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhanyanti menuturkan, gelar pasukan dilaksankan guna mengecek kesiapsiagan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, sebelum terjun ke lapangan. Selain itu, dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya Pilkada serentak 2018, Polri menggelar operasi Kepolisian dengan sandi “Mantap Praja Lodaya- 2018”, yang dilaksanakan selama 205 Hari dari tanggal 5 Januari sampai dengan 6 juli 2018. “Di harapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal, dalam rangka mensukseskan pengamanan Pilkada serentak 2018 khususnya di wilayah hukum Polres Bogor,”katanya

Kegiatan operasi kepolisian tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum dalam rangka mengamankan setiap tahapan Pilkada serentak 2018. Penggelaran satuan tugas pengamanan dimaksud akan disesuaikan dengan ancaman dan kerawanan pada setiap tahapan pilkada serentak dan mengamankan sekitar 3.095.375 pemilih sementara yang akan memberikan hak pilihnya pada 7213 TPS yang tersebar di wilayah hukum Polres Bogor.

Nurhayanti juga menegaskan agar seluruh personel TNI dan Polri tetap menjaga netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu, dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainnya, selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2018.