Sopir Angkot di Cileungsi Mogok, Begini Akhirnya…

BOGOR DAILY-Penerapan aturan ganjil genap di Tol Jagorawi berbuntut aksi mogok angkutan umum. Ratusan sopir angkot di Cileungsi melakukan mogok massal karena kecewa dengan imbas kebijakan pemerintah pusat.

Hari pertama penerapan pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil genap dan jalur khusus angkutan umum di pintu Tol Cibubur 2 arah Jakarta pada Senin (16/4/2018), diwarnai aksi mogok para sopir angkot jurusan Cileungsi-Jakarta.

Semua angkutan umum menuju Kampung Rambutan, Uki-Cawang, Grogol, Kalideres, Tanah Abang, Pasar Senen, Tanjung Priok dan Blok M berhenti beroperasi. Sedikitnya ada 300 armada yang diparkir di Terminal Cileungsi hingga banyak penumpang yang telantar.

Salah satu pengemudi angkot 121K, Ocim, mengaku emosi karena banyak bus yang beroperasi di perumahan di jalur Cibubur hingga Jonggol. “Puncak dari kekesalan kami berujung ke aksi mogok. Semua mobil dihentikan dan parkir di sepanjang Jalan Cileungsi,” kata Ocim.

Ia mengeluhkan keberadaan bus Transjabodetabek yang mangkal di kawasan Metland. “Jelas ini merugikan. Banyak ratusan sopir yang penghasilannya berkurang,” keluhnya.

Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo mengatakan, para sopir angkutan lokal menggelar aksi mogok menolak kehadiran bus premium (JR Connection) yang disediakan BPTJ di lima permukiman sebagai moda transportasi pengganti kendaraan pribadi.

“Tadi di Cileungsi ada beberapa kelompok angkot lokal yang memprotes kehadiran bus premium kami. Kami memang ada penambahan bus hingga total ada 60 unit dan mereka memprotes hal tersebut,” kata Budi.

Para sopir itu meminta bus premium tidak beroperasi di jalur tersebut. Kondisi itu membuat calon penumpang dirugikan dan mereka harus mencari transportasi lain. “Jadi dua-duanya tidak beroperasi pagi tadi. Mereka (angkot lokal, red) tidak jalan, BPTJ dengan JR Connection juga tidak jalan,” ujarnya.

Budi menjelaskan alasan para sopir angkot tersebut melakukan protes karena menganggap kehadiran bus premium mengambil pangsa pasar mereka. Pihak BPTJ mengatakan, mereka telah melakukan sosialisasi kepada sopir tersebut, secara peruntukan, tarif dan lokasi tujuan bus premium berbeda dengan angkot yang pada umumnya dikelola koperasi lokal bukan Organda.

“Anggapannya bus premium mau rebut penumpang mereka, padahal tidak. Sebetulnya secara segmen bus premium kami itu berbeda, tarif saja sudah Rp20 ribu dan kami melayani rute sesuai poin, dalam arti tidak berhenti sembarangan ambil penumpang,” jelasnya.

Budi memastikan bahwa Selasa (17/4) hari ini bus premium akan mulai beroperasi normal melayani warga di kawasan Cibubur. Sementara masalah dengan para sopir angkot itu sudah diselesaikan dan telah terjadi kesepakatan. “Tadi sudah ditangani. Setelah dijelaskan, mereka sepakat dan akan beroperasi kembali secara normal. Kami jelaskan bahwa bus kami segmennya beda dan kami tidak akan berhenti sembarangan untuk ambil penumpang seperti mereka,” ujar Budi.

Sementara Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, aksi spontan yang dilakukan para sopir tersebut membuat kemacetan dan penumpang telantar. “Akibat demo tersebut, macet dan penumpang telantar,” katanya.

Untuk mengatasi telantarnya penumpang, polisi dan Satpol PP mengangkut para penumpang dengan kendaraan patroli sampai ke tujuan di seputaran wilayah Kecamatan Cileungsi. “Saat demo berlangsung, situasi dalam keadaan aman terkendali, tidak terjadi keributan,” pungkasnya.