Thursday, 2 April 2026
HomeNasional5 Pemakaman Paling Mengerikan di Indonesia

5 Pemakaman Paling Mengerikan di Indonesia

Bogor Daily – Indonesia punya beragam budaya. Mulai dari fase-fase sebelum bayi lahir hingga seseorang meninggal, Indonesia punya tradisi dan ritualnya yang beragam. Seperti jika seseorang meninggal dunia, beberapa suku di Indonesia punya budaya tersendiri dalam pemakaman jenazah.

MalangTIMES mencoba merangkum lima tradisi dan budaya pemakaman yang mengerikan di Indonesia.

1. Sirang-Sirang, Batak Sembiring

Sirang-sirang. (Foto: blokunik.com)

Sirang-sirang merupakan upacara pemakaman yang dilakukan dengan cara kremasi. Upacara Sirang-sirang ini dilakukan oleh masyarakat Batak Suku Karo dengan marga Sembiring. Bedanya dengan upacara kremasi lainnya, proses kremasi pada upacara Sirang-sirang ini hanya dilakukan oleh seorang dukun dan 4 orang sindapur (pembakar mayat).

Saat dikremasi, anggota keluarga harus pulang ke rumah. Usai kremasi abu jenazah juga dianjurkan untuk segera dilarung ke sungai terdekat. Tidak lupa dengan segala perlengkapan dalam pelaksanaan perawatan jenazah agar tidak digunakan oleh mereka yang seang menganut ilmu hitam.

2. Rambu Solo, Toraja

Upacara Rambu Solo, Toraja. (Foto: wikipedia)

Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Toraja. Upacara adat ini bertujuan untuk mengantarkan arwah untuk kembali kepada keabadian bersama leluhur. Upacara yang kerap disebut sebagai upacara penyempurnaan kematian ini rupanya harus menelan biaya yang tak sedikit.

Sebab, dalam upacara tersebut terdapat berbagai atraksi budaya yang dipertontonkan. Misalnya saja adu kerbau, penyembelihan kerbau dan tari-tarian khas Toraja.

3. Potong Jari, Suku Dani

Potong jari untuk saudara yang meninggal di papua. (Foto: 1001indonesia.net)

Bias dibilang upacara pemakaman ini adalah upacara pemakaman yang paling sadis. Upacara ini dilakukan di Suku Dani, Lembah Baliem, Papua. Dalam upacara ini anggota keluarga wajib memotong salah satu ras jarinya jika ada saudara mereka yang meninggal dunia.

Hal ini merupakan simbol rasa duka cita yang mendalam terhadap berpulangnya salah satu anggota keluarga. Tradisi ini lebih banyak dilakukan oleh para wanita, walaupun gak menutup kemungkinan untuk laki-laki juga ikut memotong jarinya ketika sang istri tidak memiliki orang tua dan sanak saudara.

4. Ngaben, Bali

Upacara adat Ngaben. (Foto: Wikipedia)

Ritual Ngaben dilakukan dengan cara membakar jenazah yang diletakkan di dalam sebuah patung. Biasanya patung tersebut berbentuk lembu. Banyak orang Bali yang mengatakan bahwa untuk menggelar ritual ini memerlukan biaya yang tak sedikit. Sebab ada banyak hal yang harus dilakukan dalam upacara ngaben.

Mereka percaya dengan membakar jenazah, mereka dapat membantu membebaskan jiwa mendiang yang dingaben agar dapat terbebaskan dan menuju kehidupan baru setelah kematian.

5. Mumi, Suku Asmat

Mumi suku Asmat yang diawetkan. (Foto: wikipedia)

Di Indonesia praktik mengawetkan jenazah juga ternyata diterapkan dalam kebudayaan dan sejarah Papua. Adanya praktik mumifikasi pada Suku Asmat biasanya hanya dilakukan kepada kepala suku atau komandan perang yang dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah dan religi mereka.