BDN – Kemah Kebangsaan dalam rangkaian Festival Merah Putih 2018 resmi ditutup oleh Walikota Bogor Bima Arya, di Markas Komando Brimob, Kedung Halang, Bogor Utara, Minggu (19/8/2018) sore. Kegiatan yang diikuti pelajar dari Kota dan Kabupaten Bogor ini pun berhasil mencetak 179 orang angkatan pertama.
Dalam sambutannya Bima Arya merasa bangga terhadap ratusan pelajar yang terlibat dalam Kemah Kebangsaan ini. “Saya bangga melihat dihadapan saya berdiri dengan tegap manusia-manusia baru, anak muda tangguh yang siap berani untuk menjemput masa depan yang Insya Allah gemilang. Saya bangga berdiri di hadapan saya generasi muda yang siap untuk memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Bima.

“Jadikanlah yang kalian alami selama menjalani pendidikan yang singkat ini sebagai momentum titik balik, learning point bagi kalian semua. Jangan sia-siakan setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dari kehidupan kalian. Ajaklah sebanyak-banyaknya. Semaksimal mungkin teman-teman lingkungan kalian untuk ikut dalam barisan kalian, untuk ikut dalam satu barisan untuk memperkuat generasi muda yang berani menjemput masa depan,” jelasnya, bersemangat.

“Banyak yang didapat di sini, mulai dari tentang kedisiplinan, menghargai waktu, setiap detik adalah berharga. Jadwal kami selama tiga hari selalu diatur, mengajarkan bahwa hidup kita harus teratur, mengajarkan kita untuk memiliki tujuan hidup, mengajarkan kita untuk menjadi pemuda yang memiliki cita-cita dan pandangan ke depan,” kata Ibnu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Merah Putih 2018, Muzakkir sangat berterima kasih kepada jajaran pelatih dari TNI/Polri yang sukses menggembleng mental dan fisik para peserta sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Ke depan, kata Muzakkir, kegiatan ini akan rutin digelar bagi generasi muda. “Ini angkatan pertama gabungan pelajar dari Kota dan Kabupaten Bogor yang totalnya 179 orang. Kemarin kami sudah diskusi antara Pak Walikota, pak Wakapolresta, Pak Komandan Satbrimob, Pak Dandim, mengenai bagaimana kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh Kota dan Kabupaten Bogor. Rencana akan dibuat 3 kali dalam setahun,” jelasnya.
“Nanti juga ada kelas khusus, bagi pelajar yang tertangkap nakal dan tawuran mereka akan dimasukan ke sini (Mako Brimob). Jadi selain dari tiga kelas setahun, akan ada kelas khusus, akan digembleng di Brimob sini,” pungkasnya. (pri/adt)

