Nilai Rupiah Lesu, Harga Bahan Baku Tinggi Bos Tahu Rumahkan Setengah Pegawai

  • Whatsapp

Bogor Daily – Turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat, ternyata berdampak serius bagi beberapa jenis usaha masyarakat, terutama tahu dan tempe. Sebab, harga kedelai di pasaran saat ini semakin melambung tinggi.

Seperti yang disampaikan pengusaha tahu merek Sari Djadi di Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Wahyu (38). Saat ini ia harus membeli bahan baku kacang kedelai seharga Rp7.800 sampai Rp8.000 per kilogramnya. Padahal, biasanya beli hanya Rp6.600 per kilogram.

”Makanya biaya produksi semakin tinggi dan membuat usaha saya agak keteteran. Saat ini saya terpaksa mengurangi separuh jumlah karyawan saya. Awalnya 30 orang, sekarang tinggal 15 orang,” katanya.

Wahyu menuturkan, pengurangan karyawan itu dilakukan karena dirinya tidak sanggup memberikan upah akibat tingginya biaya produksi. ”Bayangkan harga kacang kedelai terus naik, sementara harga jual tahu tidak bisa dinaikkan. Kalau dinaikkan harganya, penjualan tahu menurun drastis,” ucapnya.

Mengantisipasi hal itu, Wahyu mengaku menurunkan jumlah produksi pembuatan tahu. Akan tetapi, yang jauh lebih penting, jika harga bahan baku terus naik, bukan tidak mungkin usahanya akan bangkrut dan penganan tahu akan hilang di pasaran.

”Saya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kacang kedelai agar saya dan karyawan bisa bertahan memproduksi tahu demi menunjang hidup keluarga kami,” harapnya.

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *