Bogor Daily – Kepedulian. Itulah sikap yang ditunjukan Slamet Iswantoro, seorang warga Perumahan Mutiara Bogor Raya. Ia menata lahan kosong di depan rumahnya menjadi taman bermain anak-anak. Hal itu dilakukan karena ia prihatin melihat anak-anak bermain di jalanan. Akhirnya lahan fasos fasum yang sudah rimbun ditanami pohon jati dan berbagai pohon lainnya itu, dibersihkan.
Lalu ia memanfaatkan ban bekas dan tali untuk membuat ayunan serta tempat duduk. Kini setiap sore tempat itu ramai dikunjungi anak-anak dari kompleks tersebut maupun dari kampung di sebelahnya. Bahkan tidak sedikit keluarga memanfaatkan taman itu sebagai tempat piknik. “Kalau hari Minggu banyak yang gelar tikar sambil makan-makan, tiduran dan ngobrol-ngobrol bersama keluarga,” jelas Slamet.

Kelima pihak dimaksud adalah kaum perempuan, kaum disabilitas, kaum lansia, ibu-ibu hamil dan anak-anak. Itulah sebabnya apa yang dilakukan Slamet dengan mengubah lahan kosong menjadi taman bermain anak-anak merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap strategi PUG. Sebab, membuat taman bermain termasuk bentuk memperhatikan kebutuhan anak-anak

Padahal menurutnya, PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia melalui kebijakan dan program.

Lebih jauh kesetaraan gender dapat dipahami sebagai sebuah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia. Agar dengan demikian setiap laki-laki dan perempuan mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan.

Dalam perencanaan pembangunan sebuah taman kota, misalnya. Desain dan peruntukannya nanti, perlu mempertimbangkan dan memfasilitasi kepentingan anak-anak, kaum difabel, para lansia serta perempuan. Dengan begitu taman tersebut bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh semua pihak secara adil.

Sejauh mana PUG terimplementasikan di dalam perencanaan pembangunan, program dan kegiatan kerja pemerintah daerah, maka akan dilaksanakan evaluasi. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) akan diberikan pada kementrian, lembaga atau pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi PUG, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan anak di berbagai sektor pembangunan. Ada empat kategori APE, masing-masing pratama, madya, utama dan mandiri. (Advertorial)

