Proyek Trek Lari Sempur Terancam Molor

Bogor Daily – Sejak Juli 2018, warga Kota Bogor tidak bisa menikmati lapangan dan Jogging Track atau trek lari di Taman Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merevitalisasi perubahan material trek lari dari batu gravel menjadi rubber atau karet sintetik. Namun hampir dua bulan, perbaikan trek sepanjang 230 meter itu baru rampung 21 persen.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus Gunawan, mengatakan, kini pembangu­nan tengah fokus pada peng­aspalan dasar lintasan, sebelum ditempel rubber sintetik di lapisan paling atas. Sebab, dari pengaspalan yang sudah dilakukan masih terdapat be­berapa titik genangan air di sepanjang lintasan.

“Dari total pengerjaan ya 21 persen lah. Sudah diaspal da­sarnya, namun beberapa wak­tu lalu sempat hujan, nah ke­tahuan masih ada titik-titik genangan air. Padahal sudah direncanakan kemiringan satu persen, ke arah drainase di­tengah supaya air mengalir. Itu yang sedang diperbaiki, supaya rekatan dasar dengan karet utamanya bagus,” beber Agus.

Untuk memperbaiki genangan tersebut, ia sudah meminta pe­kerja memastikan banyaknya titik genangan air. Nantinya se­gera ditambal ATB lagi. Jika ge­nangan air dipastikan tidak ada, baru mengecek kemiringan aspal kembali agar air mengalir ke arah drainase. “Harusnya sih minggu ini mulai perekatan as­pal dengan rubber sintetik. Tapi PPK bilang jangan dulu, karena kami ingin ingin base-nya dulu yang rapi. Kalau dasarnya rapih, memasang rubbernya juga bakal presisi,” ucapnya.

Meski baru 21 persen, Agus menampik jika menyebut proy­ek yang memakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp2,3 mi­liar itu molor dari target yang ditentukan. Sebab, pengerjaan direncanakan berjalan empat bulan, yakni Juli hingga awal November. Sebab, bobot terbe­sar dalam pekerjaan ini saat pemasangan dan perekatan karet sintetik permukaan lintasan.

“Bebannya ya di situ. Kalau rubber sudah terpasang, bisa kena perkiraan rampung 72 persen. Nah yang 28 persen masuknya finishing, sifatnya tidak terlalu besar, seperti pe­rapian, penyempurnaan penutup drainase dan peng­ecatan garis lintasan,” paparnya.

Nantinya, sambung Agus, permukaan lintasan sepanjang 230 meter dan lebar 5,5 meter itu bakal berwarna biru dengan kurang lebih lima lintasan dengan garis berwarna putih. “Rubber sintetik itu komponen utamanya lokal dan Malaysia. Mirip-mirip di lintasan lari Gasibu, Kota Bandung,” katanya.

Perbaikan Lapangan Sempur ini sempat mendapat sorotan. Sebab, Taman Sempur akan menjadi taman termahal se-Kota Bogor. Baru saja awal 2017 diresmikan setelah menelan anggaran Rp2,2 miliar, tahun ini jogging track Lapangan Sempur direvitalisasi dengan anggaran Rp2,3 miliar.

Total anggaran untuk taman Sempur Rp4,5 miliar selama dua tahun. Taman sempur nantinya memiliki jogging track berstandar internasional. Nilai pagunya Rp2.383.076.590 dengan masa pengerjaan em­pat bulan.

Bagaimana Komentar Kamu?