Thursday, 9 April 2026
HomeBeritaSatu Angkot Ber-AC Seharga Rp 500 Juta

Satu Angkot Ber-AC Seharga Rp 500 Juta

Bogor Daily – Program konversi angkot 3:2 (tiga menjadi dua) di Kota Bogor bakal diterapkan sebentar lagi. Pe­merintah Kota (Pemkot) Bogor sudah menyiapkan 25 unit angkot baru dengan fasilitas komplit, dari AC, WiFi hingga interior yang kece.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Jimmy Hutapea menga­takan, rencananya angkot modern ini akan beroperasi pada Selasa (25/9) di lintasan Trans Pakuan Koridor (TPK) 4. ”Beroperasinya menunggu selesai surat-surat perizinan dari Dishub dulu, di­rencanakan akhir September ini sudah beroperasi,” ujar Jimmy.

Menurut Jimmy, keberadaan angkot modern ini tentunya bisa membuat masyarakat kem­bali menggunakan angkot ka­rena lebih nyaman, aman, ramah dan tertib dibanding angkot biasa. Selain itu, dengan bero­perasinya angkot modern ini akan mengurangi jumlah angkot kon­vensional sebanyak 180 angkot diganti ke angkot modern 120 angkot. “Jadi berkurang 60 ang­kot karena kan ini konversinya 3:2,” jelasnya.

Jimmy menambahkan, kon­versi angkot ini juga menjadi bagian dari program rerouting angkot. Saat ini secara regulasi rerouting angkot sudah berjalan, hanya saja progresnya belum berjalan 100 persen.

Dishub menargetkan program rerouting ini bisa 100 persen di akhir September, terutama se­telah beroperasinya angkot mo­dern. “Rerouting dan konversi angkot kan satu kesatuan dari program transportasi di Kota Bogor,” katanya.

Angkot modern ini akan melin­tasi jalur TPK 4, yakni Ciawi, Ba­ranangsiang, Otista, BTM, Sempur, Pajajaran, Warungjambu, Pomad hingga Ciparigi. TPK 4 merupakan merger dari trayek 09, sepertiga dari trayek 21, trayek 03, trayek 02 dan trayek 07.

Soal biaya pembuatan angkot, Pemimpin Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (KODJARI) Dewi buka suara. Ia mengatakan, harga Suzuki APV standar Rp120 juta. Sedangkan pembuatan angkot yang meliputi karoseri, interior, air conditioner dan lain-lain, menghabiskan biaya 60 persen dari harga mobil.

Menurutnya, harga pembuatan setiap unit angkot modern ini tidak bisa disamakan karena kondisi dolar Amerika Serikat yang menguat. Tetapi rata-rata sekitar 60 persen dari harga mo­bil. “Tergantung dari pembelian setiap part karena ada barang yang diimpor. Sedangkan rupiah saat ini belum stabil,” katanya.

Alasan memilih angkot modern, selain untuk bersaing dengan transportasi online, adalah jauh lebih kondusif jika dibandingkan dengan membuat ELF modern. Sebab, volume penumpang di­nilai tidak berbeda jauh, hanya selisih tujuh penumpang. Selain itu, biaya pembuatan interior angkot modern jauh lebih murah.

“Misalnya menggunakan mobil Isuzu ELF Long, yang mampu menampung 20 orang. Sedangkan angkot modern ini mampu me­nampung 13 orang, hanya selisih tujuh orang. Kalau anak kecil ma­lah bisa 14 orang,” ujar Dewi.

Ia melanjutkan, membuat in­terior ELF menjadi mewah bisa menghabiskan 2,5 kali lipat dari harganya. “Kalau harga mo­bilnya Rp 200 juta, dengan inte­rior mewah bisa menjadi Rp 500 juta. Selain itu, biaya mainte­nance juga jauh lebih mahal,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here