Bogor Daily – Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, Harwinoko (55), di Jalan Palayu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 19:00 WIB. Sehari sebelum hari ulang tahunnya yang jatuh tepat pada 5 November, jasad Harwinoko dipulangkan ke pihak keluarga. Hari ini almarhum tepat berusia 55 tahun.
Sejumlah pelayat ramai berdatangan, hingga mobil ambulans yang membawa jenazah almarhum tiba. Dengan perlahan peti itu dikeluarkan pihak keluarga dan digotong menuju Masjid As-Salam untuk disalatkan. Setelah itu, barulah peti tersebut dimakamkan di TPU Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, (4/11) tadi malam.
Kakak ketiga Harwinoko, Harry Prajitno (65), mengatakan bahwa jasad adiknya tersebut baru berhasil teridentifikasi tim DVI Mabes Polri dari hasil tes DNA dengan anak sulungnya, Erizco Satya Wicaksono (23), sore tadi.
Harwinoko sendiri merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Selama ini, almarhum dinas di Pangkalpinang sudah tiga tahun. “Alhamdulillah sudah berhasil diidentifikasi. Besok itu pas ulang tahunnya ke-55,” kata Harry. Saat kecelakaan terjadi, pihak keluarga sudah standby di posko kecelakaan Lion Air. Butuh waktu lebih dari sepekan, pihak keluarga menunggu kepulangan jasad almarhum.
“Jasad korban bisa diketahui setelah melalui beberapa verifikasi, seperti cocoknya hasil tes DNA korban dengan anak sulungnya yakni Erizco Satya Wicaksono, foto gigi, cincin yang dipakai almarhum semasa hidupnya,” bebernya.
Pihak keluarga pun telah ikhlas dan menerima kejadian yang menimpa keluarganya. Meski saat kepulangan jenazah plt kepala perwakilan BPK RI Bangka Belitung, pihak keluarga tidak diperkenankan membuka petinya.
“Tidak ada kesempatan keluarga untuk melihat karena sudah disegel. Keluarga sudah bisa menerima dan sangat menerima musibah ini. Justru kalau sampai ada pihak keluarga pengin melihat jasadnya, akan menjadi trauma,” ungkapnya.
Harry juga berterima kasih kepada seluruh tim yang terlibat melakukan pencarian korban Lion Air hingga ditemukan. Di matanya, almarhum sosok yang humble. Dia mau mendengar dari kedua belah pihak. Sama keluarganya sangat sayang.

