Dua Warga Sentul City Lakukan Banding atas Putusan PN Cibinong soal Kasus Ini

Menu

Mode Gelap
Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Kamis 11 Agustus 2022 Pekan Depan, LPSK Umumkan Hasil Asesmen Istri Ferdy Sambo Waspada, BMKG Ramalkan Kota Bogor Hujan, Kamis 11 Agustus 2022 Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kabupaten Bogor · 9 Jan 2020 18:16 WIB

Dua Warga Sentul City Lakukan Banding atas Putusan PN Cibinong soal Kasus Ini


 Dua Warga Sentul City Lakukan Banding atas Putusan PN Cibinong soal Kasus Ini Perbesar

BOGORDAILY– Dua warga perumahan Sentul City yaitu Amirusamsi dan Sance Umboh, yang melakukan gugatan perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet. red) menyatakan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

Kuasa hukum warga Sentul City, Edy Prayitmo, mengatakan, gugatan yang dilayangkan kedua warga Sentul City itu atas putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor : 3145 K/Pdt/2018.

Dengan menyatakan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong atas perkara nomor 74/Pdt.G/2019/PN Cbn.

“Untuk itu segara kita ajukan banding. Kami sedang menunggu salinan putusannya dari PN Cibinong sambil kita menyiapkan memori banding,” katanya kepada Bogordaily.net di PN Cibinong, Kamis (9/1/2020).

Menurut Eddy, putusan majalis hakim PN Cibinong yang mengatakan dua warga Sentul City tidak memiliki legal standing tidak tepat. Hal itu justru keduanya memiliki legal standing yang kuat.

“Di memori banding akan kita jelaskan dan uraikan tentang legal standing Pak Amir dan Bu Sance, untuk dapat dipertimbangkan majelis hakim Pengadilan Tinggi,” jelasnya.

Ketika dihubungi melalui telpon seluler, Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk, Alfian Mujani, menuturkan,
Sementara itu pihaknya meminta Komite Warga Sentul City (KWSC) tidak mengait-ngaitkan putusan DV majelis hakim PN Cibinong dengan Sentul City.

“Gak ada urusannya putusan DZ dengan kita. Orang kita juga jadi pihak tergugat kok. Itu kan hak warga Sentul City yang ingin mendapatkan keadilan,” kata Alfian ketika dihubungi.
Alfian juga mengomentari soal tudingan intimidasi warga dengan memutus saluran air. Dirinya pun menantang agar dibuktikan kalau memang ada intimidasi.

“Buktikan dong kalo ada initimidasi. Ini negara hukum. Kalau soal pemutusan air ya pada gak bayar. Bayar dong kalau gak mau diputus. Di mana-mana gak bayar air di putus pasokannya,” tegas Alfian. (Andi).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

 
Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gercep Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang

11 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Kronologi Tabrakan Maut di Tanjakan Selarong Puncak Bogor

10 Agustus 2022 - 19:03 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev
Trending di Kabupaten Bogor