Ternyata Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist. Ini Penjelasannya!!

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Saat ini wabah virus corona tengah menjangkiti masyarakat Wuhan, China.

Pemerintah dan otoritas setempat di negeri Tirai Bambu tersebut tengah berusaha agar wabah ini tidak meluas.

Read More

Dikutip dari beberapa pemberitaan, corona merupakan virus yang sangat berbahaya, virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia yakni infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru.

Pemerintah telah mengantisipasi masuknya virus corona ini dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.

Setiap orang yang baru datang dari luar negeri akan dipantau dengan ketat menggunakan thermal scanner.

Seiring dengan merebaknya virus corona di China yang saat ini disinyalir berawal dari pasar seafood, diduga dari sup kelelawar dan juga kodok atau katak yang mereka konsumsi.

Tapi tahukah kalian ada sebuah hadits yang sangat mansyur yang membahas kedua binatang ini seperti dikutip Sripoku.com melalui kanal YouTube Permana Cuy, Rabu (29/1/2020).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, “Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : “Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka.” (HR. AL Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shugraa 8: 293 no. 3907. dan Al-Ma;rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

Pada kitab yang sama Aisyah Radhiallahuanhu juga menyebut peran besar kelelawar ketika kebakaran melanda Masjidil Aqsa.

Diriwayatkan dari Aisyah tentang kelelawar, dia adalah hewan yang memadamkan api dengan sayap-sayapnya pada saat Baitul Maqdis dibakar.

Allah berfirman dalam Alquran, “Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. Al-A’raf 7:133)

Dari sini diketahui jika kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, tentunya apalagi jika dimakan.

Apakah virus corona itu akibat dari kelakukan manusia yang menyantap kuliner ekstrem, itu bisa saja terjadi, karena santapan berupa hewan-hewan yang tidak lazim seperti ular, biawak, dan juga termasuk seperti kelelawar dan katak dijual disana bahkan dikonsumsi setiap hari.

Virus Corona yang mematikan mmebuat kota Wuhan menjadi sorotan, bahkan kota Wuhan sendiri sudah diisolir agar tidak menyebar ke tempat-tempat lainnya.

Dan kuat dugaan awal dari virus ini berasal dari salah satu pasar daging dan seafood yang ada di Wuhan.

Sejak dulu pasar ini dikenal menjual berbagai jenis daging hewan liar, termasuk yang masih hidup.

Dalam salah satu foto yang menampakkan kondisi pasar Wuhan terlihat seekor ayam yang diikat di keranjang sayur.

Kemudian ada pula talanan yang diletakkan diatas ember digunakan sebagai meja atau tempat mmeotong.

Kemudian di sampingnya ada penjual katak, katak yang masih hidup juga terlihat di dalam ember tersebut.

Tapi ada pula katak yang sudah dipotong, dagingnya disingkirkan namun diletakkan di ember yang sama dalam kondisi masih berdarah.

Daging katak pun bercampur dengan daging lain yaitu ikan, kemudian di sampingnya ada ember yang tidak dicuci serta timbangan digital yang kotor.

Para ulama Syafi’iah berpandangan larangan membunuh suatu hewan menunjukkan pula keharaman bagi kita untuk mengkonsumsinya.

Logikanya hewan tersebut tidak mungkin dimakan sebelum terlebih dahulu kita membunuhnya.

Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Katak merupakan salah satu hewan yang dilarang untuk dibunuh.

Tentu saja dibalik larangan itu, ada alasan dan juga hikmah bagi kita sebagai manusia yang mungkin kita belum tahu terlalu dalam akan hal teresbeut.

Faktanya masyarakat Tionghoa sana menggunakan katak sebagai makanan super pangan yang digemari.

Dan mereka juga meyakini bahwa katak makanan yang bergizi dan juga lezat.

Namun secara mengejutkan peneliti asal ITB menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda yang ada padasistem pencernaan katak.

Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu akan lebih bahaya lagi ketika caing tersbeut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan hasil yang manusia makan.

Maka kaibatnya, kita akan merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Terkait kehalalan dalam mengkonsumsi katak atau kdook memang ada perbedaan pendapat.

Tapi mayoritas menyatakan bahawa memakan katak adalah haram.

Allah berfirman di dalam Alquran, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu smebelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasbi dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah 5:3).

Musibah merupakan salah satu ujian yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta untuk umatnya.

Saat ini wabah corona tengah menjangkiti masyarakat Wuhan, China.

Pemerintah dan otoritas setempta di negeri Tirasi Bambu tersebut tengah berusaha agar wabah ini tidak meluas.

Dikutip dari beberapa pemberitaan, corona merupakan virus yang sangat berbahaya, virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia yakni infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru.

Pemerintah telah mengantisipasi masuknya virus corona ini dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.

Setiap orang yang baru datang dari luar negeri akan dipantau dengan ketat menggunakan thermal scanner.

Setelah berikhtiar menghindari kontak dengan pemicu penularan virus corona, langkah selanjutnya adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Salah satunya bisa dilakukan dengan memanjatkan doa agar terhindar dari segala jenis wabah penyakit.

Doa terhindar dari wabah penyakit berbahaya tersebut dibaca Imam Syafi’i dan dituliskan dalam kitab Abwabul Faraj.

Doa Terhindar dari Wabah

Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wa la hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adzimi uskun ayyuhal waja’u sakkantuka bil ladzi yumsikus sama a an taqo’a ‘alal ardli illa bi idznihi innallaha binnasi la roufur rohimun.

Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wala hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzimi uskun ayyuhal waja’u sakantuka billazi yumsikus samawati wal ardli an tazula innahu kana haliman ghofuran.

Artinya:

“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit agar tidak jatuh menimpa bumi kecuali atas izin-Nya. Sesungguhnya Allah kepada manusia Maha Lembut dan Maha Penyayang.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit dan bumi agar keduanya tidak tergelincir. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun dan lagi Maha Pengampun.”

Doa Agar Diberikan Keamanan Saat Keluar Rumah

Bepergian keluar rumah sudah jadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas setiap orang.

Di masyarakat modern, intensitas bepergian menjadi sangat tinggi.

Bepergian dengan sarana apapun tentu tidak lepas dari potensi bahaya. Kecelakaan atau hal buruk lainnya bisa saja terjadi.

Memang, kita perlu berhati-hati ketika sedang bepergian. Namun demikian, kita tidak bisa menolak hal buruk jika memang sudah waktunya terjadi.

Di situlah pentingnya mawas diri. Juga berharap kepada Allah agar perjalanan kita aman.

Dianjurkan membaca doa ini agar aman saat kita keluar dari rumah.

Doa ini terdapat dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Majah.

Doa Aman Keluar Rumah

Allahumma inni a’udzubika an adlilla aw udlalla aw azilla aw uzalla aw uzlama aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya,

” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau aku menyesatkan, dari tergelincir atau aku digelincirkan, atau aku mendzalimi atau aku didzalimi, atau kebodohanku atau aku dibodohi.”

Sakit merupakan sunnatullah karena semua manusia pernah mengalami dan merasakannya, termasuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Namun, Baginda Rasulullah punya cara sendiri untuk menghindari segala macam penyakit berbahaya.

Selain menjalankan pola hidup sehat, Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa untuk penyakit tertentu.

Meskipun setiap penyakit ada obatnya, beliau SAW menganjurkan umatnya untuk senantiasa berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana sabda beliau dalam hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad:

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang mampu mengubah takdir kecuali doa”.

Selain memohon ampunan dan rahmat Allah, Nabi SAW mengajarkan doa agar terhindar dari penyakit berbahaya ataupun penyakit yang membinasakan.

Amalan doa ini dibaca setiap hari dan dirutinkan agar tidak terkena penyakit berbahaya, tentunya dengan izin Allah Ta’ala. Berikut doanya:

Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ucapkanlah:

Allahumma innii a’uudzu Bika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa min Sayyi-il Asqoom.

Artinya:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya. (HR. Abu Daud, Imam Ahmad)

Selain doa di atas, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan satu doa untuk kesembuhan dari penyakit. Doa ini diriwayatkan Imam Muslim, Abu Daud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah.

Rasulullah SAW bersabda: Bacalah ‘Bismillah’ sebanyak 3 kali sembari meletakkan tangan pada bagian tubuh yang terasa sakit. Kemudian bacalah ‘a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir sebanyak 7 kali.

Artinya:

Aku berlindung dengan keperkasaan Allah Ta’ala dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.

Setelah membaca doa di atas dianjurkan membaca salawat untuk Nabi sebanyak 3 kali.

Mudah-mudahan dengan mengamalkan doa tersebut, kita terhindar dari segala penyakit berbahaya. Allahu A’lam.(*/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *