Tolong!! Balita Penderita Penyakit Langka dari Tajur Halang Butuh Bantuan

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Camat Tajurhalang Fikri Ikhsani mengaku sudah menggerakkan kader dari Posyandu dan Puskesmas, untuk melakukan bantuan kepada bayi penderita penyakit langka warga Kampung Nanggela, RT 02/07, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

“Kader dan puskesmas sudah bergerak untuk membantu keluarga tersebut pak,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubngi, Rabu (15/1/2020).

Akan tetapi menurut ibunda Muhammad Arafi bayi yang berusia 11 bulan yaitu Nurhalimah (25) menderita penyakit langka itu mengaku dari pihak desa maupun kecamatan Tajurhalang belum ada bantuan sama sekali.

“Belum ada bantuan, ini di bawa ke rumah sakit juga inisiatif dari ibu RT,” akunya.

Hal senada juga diungkapkan ibu RT 02/07, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Riya mengatakan, baik dari pihak desa dan kecamatan belum ada yang membantu kondisi bayi Muhammad Arafi tersebut.

“Ada juga temen saya dari BPN ngebesuk, dari pihak desa ataupun kecamatan belum ada yang besuk bang aneh,” tuturnya.

Sebelumnya, Orang tua Muhammad Arafi yaitu Nurhalimah (25) mengatakan, kondisi anaknya sebelumnya masih normal. Apalagi pas dilahirkan kondisinya baik dan sehat.

Akan tetapi, pas usia 10 bulan anaknya mendertia penyakit seperti campak. Dirinyapun langsung membawa anaknya itu ke salah satu klinik di Tajurhalang.

Pihak dokterpun memberikan obat campak, untuk diberikan kepada anaknya yang saat ini kondisinya semakin memburuk setelah mengkonsumsi obat yang diberikan dokter di kelinik tersebut.

“Pertama ini demam saya bawa kan ke kelinik kecil yah, terus pas abis itu dokternya bilang ini mau campak, dikasih obat buat keluar campak, terus pas abis keluar campak kok kayak yang lecet-lecet,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di RSUD Cibinong, Selasa (14/1/2020) kemarin.

Setelah melihat kondisi bayinya semakin memburuk, Nurhalimah pun langsung kembali ke kelinik yang memberikan obat kepada anaknya tersebut. Akan tetapi, pihak kelinik menyarankan agar menghabiskan obatnya.

“Terus saya tanya, dok kenapa ini lecet-lecet terusin aja obatnya, kalau belum habis, terus habisin aja katanya, terus kemudian tambah banyak kayak gini merah-merah, saya tanya lagi, gak apa-apa ini bagus udah keluar,” jelasnya, sambil meneteskan air mata dihadapan wartawan Bogordaily.net.

Malah, lanjutnya pihak Klinik menyarankan agar dibawa ke rumah sakit yang memang mempunyai pasilitas lengkap.

“Pas saya balik lagi udah bu katanya dibawa ke mana yang lebih lengkap perawatannya ke medis mana, dia bilang gitu, namanya saya orang susah dan ibu RT juga belum tahu karena saya belum bilang ke bu RT, tanggap kemarin itu juga saya belum bilang apa-apa, bu RT tahu dari orang dan langsung katanya udah bawanya sekarang,” tuturnya.

Setelah dibawa ke RSUD Cibinong, pihak rumah sakit meminta untuk perlengkapan rujukan untuk dilengkapi, wanita yang disapa Nur inipun merasa putus asa ketika anaknya hampir saja di tolak akibat tidak mempunyai BPJS.

“Kata ketua RT Gak usah pikir gimana gimana, dari sebelumnya kan bu RT juga gak tahu, kalau tahu mungkin langsung di bawa sama bu RT, untuk saat ini berkas diurus sama bu RT,” jelasnya lagi.

Ketika ditanya apakah sudah ada bantuan dari pihak desa, dirinya menjawab dari pihak Desa Sukmajaya dan Kecamatan Tajurhalang belum sama sekali ada bantuan ataupun datang melihat kondisi anaknya semakin memburuk tersebut.

“Belum ada, batu bu RT saja, yang benar bulak balik, dan kader apapun gak ada bantuan apa-apa,” akunya.

Bahkan, dirinya mengaku pihak rumah sakit juga belum memberi tahu penyakit yang diderita anaknya tersebut. Sampai-sampai untuk merawat ganti perlengkapan dan obat semua di urus oleh dirinya sendiri.

“Yah selama ini baik, cuman rawat ini itu saya yang angkat pegang tangan dari pihak rumah sakit belum pernah, kasih obat saya juga, cumah rumah sakit ngecek ngecek doang,” tukasnya. (Andi)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *