Demo di Depan PN Bogor, Mahasiswa Minta Ariyanto Dibebsakan

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pakuan, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Bogor Kelas I B, Senin (10/2/20).

Aksi dilakukan puluhan mahasiswa itu, sebagi bentuk solidaritas terhadap Ariyanto (21), terdakwa kasus kekerasan terhadap polisi, saat bertugas mengamankan para demonstran, yang saat itu hendak menyuarakan pendapatnya terkait penolakan RUU KPK dan KUHP pada 25 September 2019 lalu.

Read More

Salah seorang kordinator dari BEM Unpak, Kelinci, mengatakan, aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa ini juga bukan hanya untuk Ariyanto saja. Akan tetapi benerapa kasus tahanan politik mulai dari daerah Makasar dan beberapa daerah lainnya.

“Jadi aksi ini buat Ariyanto, tapi bukan untuk Ariyanto saja setiap tahanan politik mulai dari Makassar dari beberapa wilayah lainnya, itu juga kita membangun solidaritas untuk mereka semuanya. Termasuk juga untuk Lutfi dan yang lainnya juga,” kata Kelinci, kepada Bogordaily.net, Senin (10/2/20) disela-sela aksi.

Melalui aksi kali ini, mahasiswa menyayangkan tindakan aparat kepolisian saat menangani aksi unjukrasa. Seharusnya, kata Kelinci, Polisi bertugas sebagai pengayom masyarakat. Bukan malah memukuli.

“Karena kita bicara tentang tindakan aparat ini yang amat disayangkan. Mereka harusnya mengayomi masyarakat, tetapi kenyataannya malah memukuli rakyat, dan ada juga yang meninggal juga ada yang jatuh korban malah,” jelasnya.

Aksi yang dilakukan hari ini juga lanjut Kelinci sapaan akrabnya, bentuk mengingatkan kepada masyarakat juga.

“Kita turun disini mengingat masyarakat, bahwa hari ini tidak baik-aik saja dan sudah banyak korban yang dilakukan oleh aparat seperti ini. Dan kawan kita meninggal pada aksi, dan jika massa mengira bahwa ini hal biasa, saya pastikan bahwa hak asasi sudah mati di negeri ini,” tegasnya.

Dirinya berharap, kebenaran di Indonesia khusunya di Kota Bogor masih berdiri.

“Saya berharap hukum itu bertindak secara adil. Karena, kebanyakan ketika polisi yang banyak korban itu pasti hukumnya sangat kuat dan selalu diurusi. Dan ketika masyarakat yang menjadi korban dari polisi itu tidak di urus kenapa. Dan terlebih adalah hukum jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Artinya disini lebih banyak mendominasi dibandingkan Masyarakat membutuhkan keadilan,” tukasnya. (andi/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *