Orang Tua Yusuf Azhar Mahasiswa dari Wuhan Berterimakasih Kepada Pemerintah

  • Whatsapp

BOGOR DAILY – Yusuf Azhar (21) warga Perumahan Griya Cimanggir, Jalan Asmawi, Desa Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu mahasiswa yang dipulangkan dari Wuhan China ke Indonesia.

Kedatangan pria kelahiran 19 Januari 1999 itupun disambut dengan nuansa hangat oleh keluarga dan masyarakat Gunung Sindur.

Read More

Ibunda Yusuf sapaan akrabnya yaitu Aprilia (50) sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat. Yang berhasil memulangkan anak kedua dari empat bersaudara itu pada Sabtu (15/2/2020) kemarin.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan khusus anak saya, dan dari Wuhan dan teman yang lainnya,” katanya kepada Bogordaily.net, Ketika ditemui di kediamannya, Minggu (16/2/2020).

Dirinyapun sangat senang sekali, atas kepulangan anaknya itu yang sedang melakukan pendidikan di China. Ia menceritakan, dirinya dan anaknya sempat terputus komunikasi ketika kepulangan anaknya dari China ke tempat karantina di Natuna.

“Alhamdulillah senang sekali, selama proses pemulangan ini komunikasi sama pemerintah tidak ada, saya selalu sama anak langsung tapi setiap saat perlu dan komunikasi sama saya langsung tidak ada halangan apapun, termasuk observasi di Natuna hanya yang tidak ada komunikasi, itu ketika dari Wuhan pemberangkatan ke Natuna sehari semalam,” jelasnya.

Menurutnya, anaknya bercerita bahwa setelah mendapatkan kartu dari Pemerintah Indonesia baru bisa berkomunikasi dengan dirinya.

“Setelah mendapat kartu dari pemerintah pusat baru lah, anak saya menghubungi ketika sudah sampai di Natuna,” ucapnya.

Ibu yang mempunyai empat anak itupun mengucapkan terimakasih juga, kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Karena, telah banyak membantu memulangkan mahasiswa dari Wuhan.

“Saya mengucapkan kepada pemerintah pusat dan yang ada di provinsi Jabar ini, khususnya banyak berterima kasih, banyak mahasiswa dari Wuhan yang dipulangkan ke kami kembali, bagi orang tua nya saya bersyukur dan terimakasih,” akunya.

Apalagi, pasilitas yang diberikan pemerintah pusat ketika masa observasi di Natuna selama 14 hari cukup baik dan memuaskan.

Dirinyapun mengizinkan anaknya untuk melakukan pendidikan kembali ke China, jika kondisi mengenai Virus korona sudah selesai diatasi.

“Anak saya masih semangat kalau ke China lagi, pemerintah pun mengizinkan jika menyatakan pulih dan bisa ke China lagi ketika sudah stabil,” tukasnya. (Andi)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *