BOGOR DAILY – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) semakin dekat. Tentu persiapan dari mulai alat kelengkapan teknologi dari mulai komputer harus dimaksimalkan. Salah satu persiapan jelang Ujian Nasional (UN)Â 2020 itupun dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Bogor.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, SMPN 7 Kota Bogor, Sadikin, mengatakan, tahun 2020 SMPN 7 Kota Bogor akan melaksanakan UNBK dengan jumlah siswa-siswi sebanyak 304. Pihaknya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari dari mulai Oktober 2019.
“Sejak awal 2019 kita sudah ekspos ke orang tua siswa, bahwa kita ada program pemantapan pada Oktober tahun 2019 kemarin,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui, Rabu (19/2/2020).
Menurutnya, program pemantapan itu juga selain pembelajaran tambahan sore selama empat hari dalam satu Minggu, pihaknya juga mengadakan try out (TO) baik dilaksanakan tingkat kelas maupun tingkat sekolah di Kota Bogor.
“Kita sudah tiga kali TO, dua kali TO sekolah, satu kali tingkat kota, tes uji coba, selain pembelajaran reguler harus benar benar efektif belajar nya,” tuturnya.
Pihak sekolah anjutnya, setiap melaksanakan TO semuanya diberikan Bimbingan Konseling (BK) mulai dari TO ke satu sampai terakhir.
“Kan ada kita bagi per sesi, semuanya pakai komputer. Tapi kalau satu sesi kita menggunakan kelas dan anak menggunakan hand phone (Hp) dan tablet selain laptop jug, Itu hanya untuk TO. Kalau pembelajaran terbatas, maka TO nya kita hanya satu sesi, diluar itu belajar normal,” jelasnya.
Untuk komputer jelang UNBK sendiri, SMPN 7 Kota Bogor sudah cukup. Akan tetapi, harus dilaksanakan dua sesi.
“Kalau UNBK itu pakai laptop sekolah saja, simulasi UNBK kita sesama mungkin mendekati ujian nasional. Dari mulai alat alatnya itu sebisa mungkin sama dengan ujian Nasional, semuanya udah siap walau dua sesi kita udah siap pokoknya,” akunya.
Ketika ditanya ada perhatian khusus terhadap siswa-siswi jelang UNBK. Dirinya menjawab bahwa para guru bekerjasama dibawah bimbingan kepala sekolah memantau kehadiran siswa.
“Kita pantau dari kelas sembilan satu sampai kelas sembilan ke sembilan. Mana siswa yang tidak hadir kunjungan ke rumahnya kalau tidak hadir selama tiga hari. Jadi anak-anak gak boleh absen tanpa pemberitahuan, itu upaya kita benar benar serius, anak-anak gak boleh sudah terdaftar tapi ternyata tidak lulus, kita upayakan semaksimal mungkin,” ucapnya.
Bahkan ia menambahkan, kepala sekolah juga memberikan janji akan memberikan hadiah buat siswa yang malas, dengan catatan tidak boleh bolos sampai UN dilaksanakan.
“Kita siap pokoknya untuk UNBK, jumlah keseluruhan siswa 887 siswa, dan yang akan melaksanakan UN tahun 2020 ini yaitu 304 siswa-siswi,” tukasnya. (Andi)