Beredar Kabar Jenazah Covid-19 Tidak Perlu Dimandikan, Ini Kata MUI Kabupaten Bogor

  • Whatsapp

BOGOR DAILY – Polemik cara memandikan jenazah pasien positif terpapar Virus Korona atau Covid-19, tanpa dimandikan langsung dikuburkan, ditanggapi serius oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji.

Ia mengatakan, mengenai beredarnya informasi jenazah tanpa dimandikan langsung di kuburkan hal tersebut bertentangan dengan kaidah agama islam di Indonesia khususnya di Kabupaten Bogor.

Read More

“Korban meninggal dunia karena virus corona atau COVID-19 statusnya syahid fil akhiroh. Perlakuan atas jenazah pasien Covid-19 muslim sama dengan yang lainnya, yakni wajib dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dimakamkan,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, semua proses perlakuan kepada jenazah yang positif Covid-19 kalau dalam kaidah agama islam harus tetap dijalankan. Akan tetapi, dibekali juga peralatan sesuai dengan keahlian tenaga medis, bagaimana caranya agar virus tersebut tidak menular juga kepada yang memandikannya.

“Memandikan jenazah pasien Covid-19 harus dengan menggunakan peralatan yang dapat mencegah penularan virus tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut KH Mukri Aji, orang yang memandikannya pun harus yang betul-betul terampil dan profesional atau petugas kesehatan, serta harus disertai dengan melindungi diri dan memastikan keamanannya.

“Seperti mengenakan pakaian khusus pelindung, masker, sarung tangan, desinfeksi diri, dan lainnya. Setelah itu kemudian jenazah dibungkus dengan kain kafan oleh orang yang juga sudah dipastikan keamanannya. Kemudian setelah itu kembali dibungkus dengan sejenis plastik agar tidak mudah tercemar,” jelasnya.

Hal tersebut tujuannya, agar jenazah Covid-19 bisa lebih sempurna secara medis dan tentunya harus mengikuti arahan dari para ahli medis atau dokter.

“Intinya harus dimandikan, jangan sampai tidak. Tapi, dimandikan dengan cara dari para ahli medis. Kalau yang tidak dimandikan bagi jenazah umat islam kami tidak setuju,” tukasnya. (Andi).

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *