Diblokir Google, Ponsel Huawei Melawan

Menu

Mode Gelap
Breaking News, Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 15 September 2021 Cek Para Semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor Disini! Menu Baru Djoeragan Resto, Spicy Chicken Mozzarella with Salad Ponpes di Rumpin Ludes Terbakar, Hubungan Arus Pendek Diduga Jadi Penyebabnya

Internasional · 4 Mar 2020 09:25 WIB

Diblokir Google, Ponsel Huawei Melawan


 Diblokir Google, Ponsel Huawei Melawan Perbesar

BOGORDAILY- Google telah menyatakan “perang” terhadap ponsel Huawei. Ponsel China itu kini tidak bisa lagi menggunakan Android tersertifikasi dan aplikasi mesin pencari (search engine) Chrome.

Namun Huawei melawan. Mereka akan membuat mesin pencariannya dan sistem operasinya sendiri sebagai tandingan Google karena tidak lagi mendukung perangkatnya.

Mesin pencari Huawei ini pun sedang diujicobakan kepada pengguna di UEA. Mesin pencari milik Huawei memang masih menawarkan hasil pencarian sederhana seperti berita, unit percakapan, dan cuaca, seperti dilansir dari Gizchina, Selasa (3/3/2020).

Aplikasi mesin pencari ini akan segera hadir bagi pengguna Huawei dan Honor melalui AppGallery. Adapun Ponsel baru akan terinstal sejak awal (pre-installed by default).

Ponsel Huawei dan Honor tidak bisa menggunakan Android tersertifikasi dan aplikasi bawaan Google seperti Gmail, Play Store hingga YouTube, karena Pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist).

Guna berbisnis dengan perusahaan AS, Huawei butuh lisensi khusus dari departemen perdagangan AS. Namun hingga kini lisensi tersebut belum juga didapatkan sehingga kerja sama tak bisa dilakukan.

Untuk mengantisipasi ketidakhadiran android berlisensi dan aplikasi bawaan Google, Huawei sedang mengembangkan toko aplikasi bernama AppGallery sebagai pengganti Play Store. Huawei pun merayu developer media sosial terkenal untuk mau menaruh aplikasinya di toko aplikasi ini.

Huawei juga sudah meluncurkan sistem operasi (OS) bernama HarmonyOS yang diprediksi akan menjadi sistem operasi yang digunakan Huawei di ponsel bila Google tak memberikan izin menggunakan Android.

Huawei merupakan produsen smartphone terbesar ke dua di dunia. Sebelum pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan kebijakan AS akan membuat rugi Google karena Android kehilangan 800 juta pengguna. (cnbc)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Dituduh Plagiat Film Jepang, Sutradara ‘Squid Game’ Membantah

19 September 2021 - 08:30 WIB

Squid

G20 Bakalan Dipimpin Indonesia Mulai Desember 2021

18 September 2021 - 07:47 WIB

G20

Sejumlah Negara Mulai Ketar-Ketir dengan Kekuatan Maritim China

17 September 2021 - 17:52 WIB

Waduh! Pengambat Bilang Duet Anies-Sandi Sulit Terwujud di Pilpres

17 September 2021 - 17:23 WIB

Ini Pesan Kastpol PP Kab. Bogor kepada Mahasiswa Baru Fak. Hukum Universitas Pakuan

17 September 2021 - 16:49 WIB

Universitas Pakuan

Komisi I DPRD Kota Bogor: Tudingan Penyimpangan Tata Kelola Pedagang Perlu Saksi dan Bukti

17 September 2021 - 15:28 WIB

Tata Kelola Pedagang
Trending di TERKINI