BOGORDAILY – Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya mengatakan bahwa pihaknya membuka ruang dialog, terhadap permasalahan yang menjadi tuntutan para mahasiswa. Hal itu disampaikan Direktur Utama Menyikapi unjuk rasa dari elemen mahasiswa yang menuntut pencopotan seluruh Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
“Kami sangat membuka ruang dialog terhadap semua elemen, baik itu mahasiswa maupun elemen masyarakat terhadap keluhan atau permasalahan di PDAM. Jadi kami berharap ada dialog atau audensi,” ungkap Deni, Kamis (5/3/20).
Disampaikan Deni, melalui dialog akan dihasilkan pemahaman yang utuh terhadap permasalahan yang menjadintuntutan aksi mahasiswa.
“Bagaimana kami dapat memahaminya jika belum disampaikan dan berdialog? Bukan kami anti kritik,” ucap Deni.
Kata Deni, jika permasalahan pelayanan yang menjadi tuntutan, pihaknya mengakui belum secara keseluruhan mampu memberikan pelayanan dengan baik.
“Ya masih ada pelayanan yang belum sempurna bagi masyarakat pelanggan,” katanya.
Ditegaskan Deni, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan dan pengguna PDAM. Pada kesempatan itu, Deni mempertanyakan pernyataan para pendomo yang menyatakan kinerja Perum Tirta Pakuan Kota Bogor bobrok.
“Disebut kinerja bobrok itu yang mana? Maka itu harapan sebelumnya ada komunikasi dan dialog, namun sampai saat ini belum ada dialog permasalahan yang disampaikan,” terang Deni.
Prinsipnya, lanjut Deni, para pendemo mau menyampaikan data dan kondisi yang menjadi masalah.
“Saya pribadi, jika memang ada mismanagement. Saya sendiri yang akan meminta mundur ke Walikota Bogor,” kata Deni.
Hingga saat ini, kata Deni, kinerja Perum Tirta Pakuan Kota Bogor anggap masih baik.
“Kami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, masih dalam posisi 3 terbaik nasional dari Kementerian,” tutup Deni. (bdn)
