Menurut Pakar Kesehatan Italia, Serie A Musim Ini Disudahi Saja

Menu

Mode Gelap
Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali Kota Bogor Diterpa Hujan Angin, Satu Mobil Ringsek Terkena Pohon Tumbang Penemuan Jasad Bayi di MTs Babakan, Kapolsek Jasinga: Diduga Dibuang Ibunya

Sport · 14 Apr 2020 13:00 WIB

Menurut Pakar Kesehatan Italia, Serie A Musim Ini Disudahi Saja


 Menurut Pakar Kesehatan Italia, Serie A Musim Ini Disudahi Saja Perbesar

BOGORDAILY – Isu mengenai dihentikannya Liga Italia 2019/20 kembali bergulir. Kali ini giliran pakar kesehatan yang angkat bicara.

Sebelumnya, sejumlah pihak menunjukkan optimisme bahwa status lockdown di negeri pizza itu akan dicabut usai 3 Mei mendatang, menyusul angka kasus virus Corona yang mulai menurun di sana.

Mulai dari Presiden FIGC Gabriele Gravina hingga Menteri Pemuda dan Olahraga Italia Vincenzo Spadafora sejauh ini menginginkan kompetisi kembali digelar begitu kondisinya sudah aman.

Bahkan Gravina menginginkan seluruh pemain kembali dites sebelum mereka menjalani latihan bersama klubnya, untuk mengetahui apakah mereka sudah berstatus bebas virus corona atau tidak.

Namun Institut Kesehatan Italia (ISS) berpendapat berbeda. Mereka menyarankan agar Liga Italia musim ini dihentikan saja, dan bersiap memulai musim baru.

“Sepakbola adalah olahraga kontak, sehingga akan ada risiko penularan lagi,” ujar Direktur Departemen Penyakit Menular ISS, Giovanni Rezza, dikutip Football Italia.

“Ada pihak yang menginginkan pemain terus dipantau, dengan melakukan tes hampir setiap hari. Hal itu terlihat seperti perubahan kecil buat saya. Apalagi sekarang sudah hampir bulan Mei.”

“Jika saya harus memberi pandangan teknis, tampaknya itu bukanlah yang diinginkan orang, namun Komite Teknis dan Sains akan setuju. Sisanya, kembali ke keputusan politis,” sambungnya.

Di Italia, jumlah kasus COVID-19 sudah mencapai 159.516 hingga Selasa (14/4/2020) pagi WIB. Lebih dari 20 ribu orang meninggal, dan lebih dari 35 ribu orang sudah dinyatakan sembuh.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Lokasi Strategis Summarecon Bogor Memiliki Pintu Exit In Tol Jagorawi

20 Oktober 2021 - 19:15 WIB

Kalah Tiga Kali Beruntun, Jadi Sejarah Buruk Milan di Liga Champions

20 Oktober 2021 - 13:28 WIB

Penampilan Chelsea Sangat Tangguh, Sulit Dilawan

20 Oktober 2021 - 08:30 WIB

Chelsea

Muncul Ancaman Demo dari Fans, MU Mulai Ketar-Ketir

19 Oktober 2021 - 16:57 WIB

Ole Diujung Tanduk, Conte Siap Gantikanya

18 Oktober 2021 - 18:55 WIB

Bima Arya Tinjau Penataan Kawasan Suryakencana

18 Oktober 2021 - 15:47 WIB

Penataan
Trending di TERKINI