BOGORDAILY – Persib Bandung akan terus memantu pemain dengan lebih ketat, agar tak terjerumus penggunaan atau peredaran narkoba seperti yang menimpa seorang pesepakbola aktif saat ini.
“Nah ini pembinaannya terutama, dia mungkin sudah terjerumus sudah lama, terjerumus narkoba tapi tidak ada yang memantau,” ujar Komisaris Persib Umuh Muchtar saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/5/2020).
Umuh mengatakan, Persib telah memiliki protokol khusus untuk memantau geliat para pemainnya. Maung Bandung akan bergerak cepat bila ada hal yang tak diinginkan terjadi.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan pesepakbola terjerat narkoba karena imbas ditangguhkannya liga saat ini, Umuh mengaku tidak mengetahui persis. Ia cuma menegaskan besarnya pengaruh buruk narkoba buat siapa saja.
“Saya juga tidak mengerti. Orang di persepakbolaan jangan sampai ada yang terlibat narkoba, itu musuh negara, itu musuh semua,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menguak kasus peredaran narkoba yang melibatkan eks pesepakbola dan pemain Liga 2 aktif.
Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Arief Darmawan mengatakan, eks pemain yang diciduk adalah Eko Susan Indarto yang notabene pernah memperkuat Persela Lamongan. Sementara pemain Liga 2 yang terjerat adalah Choirun Nasirin, penjaga gawang Hizbul Wathan. Selain itu juga ditangkap eks wasit Dedi A Manik dan Novin Ardian.