Awas, Krisis Pangan Pun Mengancam

  • Whatsapp

Distribusi bantuan sosial (bansos) ke masyarakat terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) diwarnai sejumlah persoalan, yang tak bisa dipandang sebelah mata. Misal, mulai dari pendataan yang kacau, pengembagian bantuan karena tak adil, hingga sejumlah pemotongan. Ironisnya, Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui persoalan data menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan sosial, khususnya bansos sembako (seperti dikutip dari liputan6.com 06/5). Lantas, menyoal carut-marut pendistribusian bansos itu siapa salah?

Kita lupakan saja, soal fenomena kacaunya data pendistribusian dari pemerintah seperti yang diakui oleh Menteri Sosial tadi. Kini, kita sedikit melirik cara jitu pendistribusian yang dilakukan oleh salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Komisi IV. Sebut saja, DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS.,M.Sc. Kendati boleh dibilang tak muda lagi, wanita peraih gelar Doktoral asal Prancis ini terlihat begitu getol terjun langsung menemui masyarakat penerima bantuan sosial yang disalurkan lewat kerjasama dengan mitra Komisi IV DPR RI.

Read More

“Bantuan ini adalah amanah yang mesti sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tentunya. Jadi, saya tidak mau main-main atau aksi ambil untung dalam penyaluran bantuan ini. Terlebih saat ini, masyarakat sedang kesusahan oleh dampak pandemi covid-19 dari sisi ekonomi. Lantas, dimana rasa empati kita untuk rakyat?,”ujar mantan Direktur Pembiayaan di Kementerian Pertanian itu kepada bogordaily (30/5/20).

Nah, di kegiatan resesnya di Kabupaten Cianjur, Hj. Endang menjelaskan, saya dibantu para Tenaga Ahli, Sespri dan Struktur DPC dalam memberikan ribuan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker, Handsanitizer. Selain itu, kami juga mendistribusikan lebih dari 3.000 paket beras, 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako), 2.000 paket ikan (berupa ikan beku dan olahan ikan) yang bekerjasama dengan mitra Komisi IV DPR RI kepada masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

“Kami membagikan paket-paket bantuan sosial tersebut dengan teknik pengumpulan data-data masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan identitas kartu tanda penduduk yang sudah diverifikasi secara valid dan tepat sasaran,” kata Hj. Endang.

Menyoal ancaman krisis pangan, Hj. Endang bilang, saat ini pandemi virus corona merupakan sebuah ancaman yang tak bisa dianggap remeh. Lihat saja, banyak negara-negara di dunia nyaris tumbang perekonomiannya dan salah satunya Indonesia. Saya ingatkan, jika menyoal stok kebutuhan pangan rakyat ini tidak segera dibenahi secara sistematis mulai dari sisi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Agar tidak lagi ada lonjakan harga kebutuhan bahan pokok ditengah masyarakat yang mencekik leher rakyat.

“ini PR (red; Pekerjaan Rumah) yang mesti segera di benahi oleh pemerintahan pada saat ini, tentunya. Setidaknya, Presiden menegaskan kepada perintah intansi dan lembaga terkait harus menjaga stok pangan sekaligus melakukan operasi pasar hingga ke berbagai pelosok daerah. Kendati begitu, jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh WHO,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra asal Dapil Jawa barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) itu.

Selain tugas tersebut mesti direalisasikan oleh pemerintah, Hj. Endang menambahkan, kita sebagai rakyat pun mesti bersama-sama berperan aktif untuk bangkit dan berusaha keluar dari ancaman krisis pangan di tengah pandemi virus corona ini.

“Jangan lupa, Indonesia memiliki tanah subur. Jadi, saya berharap betul agar seluruh rakyat Indonesia bersama-sama secara massif memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur untuk ditanami berbagai tanaman yang dapat dikonsumsi seperti umbi-umbian, dan sayur-sayuran salah satu contoh penanaman secara hidroponik,” menurut Hj. Endang.

Di penghujung kegiatan menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Cianjur kali ini, Hj. Endang pun berharap betul agar masyarakat dan pemerintah bahu-membahu bangkit bersama dari ancaman krisis pangan dampak pandemi covid-19.

“Saya mengajak masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya, bersama-sama mematuhi aturan protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemerintah maupun WHO. Selain itu, ditengah pandemi ini saya berharap masyarakat jangan panik. Mari, kita bersama-sama berjuang untuk meningkatkan Kedaulatan Pangan, Energi dan Air. Semoga Alloh SWT mengabulkan doa dan ikhtiar kita bersama,” pungkas Hj. Endang. (yps/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *