BOGOR DAILY – Gerakan lawan Covid-19 Rp2.000 kembali turun gunung. Kali ini, gerakan yang diinisiasi oleh para aktivis di Kabupaten Bogor dan Yayasan Visi Nusantara Maju itu menyalurkan bantuan berupa sembako, kepada masyarakat korban bencana.
Sebanyak 80 paket sembako yang disalurkan oleh Gerakan lawan Covid-19 Rp2.000, untuk masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kampung Sruduk, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Salah satu kordinator Gerakan lawan Covid-19 Rp2.000, Rizki Riyanto, mengatakan, sembako yang disalurkan kepada masyarakat terkena dampak bencana longsor itu merupakan hasil swadaya.
“Semoga apa yang sudah bisa kita berikan, bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak becana longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (18/5/2020).
Ia juga mengajak, kepada semua warga terkena dampak bencana alam itu agar bisa kembali bangkit lagi. Walaupun memang, hal itu sangat sulit.
“Harus tetap semangat, meskipun saat ini sedang diuji dengan berbagai cobaan baik itu Korona, PHK, dan lainnya. Semua bisa diselesaikan dengan asa gotong royong,” imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan oleh salah satu aktivis perempuan di Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni. Ia mengatakan, bahwa gerakan ini adalah kerja sama dengan Yayasan Visi Nusantara Maju.
“Berdirinya gerakan ini juga karena adanya support dari Yayasan Visi Nusantara Maju, dalam bidang sosial,” singkatnya.
Ditempat yang sama, Ketua Visi Nusantara, Yusfitriadi, menuturkan, bahwa pembagian sembako bagi masyarakat terdampak longsor ini berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah agenda ini sudah berjalan dengan lancar. Semoga dapat memberikan manfaat bagi warga yang terkena longsor,” harapnya.
Kang Yus sapaannya juga menyampaikan, masih ada amanah yang harus direalisasikan oleh Gerakan Lawan Covid-19 Rp2.000 ini. Yaitu, pembentukan Dapur Umum Vinus sejumlah 170 dapur.
“Masih ada yang harus dilakukan yaitu Dapur Vinus. Kita maksimalkan sisa waktu di bulan Ramadhan ini untuk merealisasikan Dapur umum tersebut,” harapnya. (Andi).
