HJB ke 538 Dirayakan Virtual

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Kabupaten Bogor · 3 Jun 2020 08:57 WIB

HJB ke 538 Dirayakan Virtual


 HJB ke 538 Dirayakan Virtual Perbesar

BOGOR DAILY- Hari ini (Rabu, 3/6) adalah Hari Ulang Tahun atau Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538. Namun, tak ada pesta seperti biasanya saban tahun diselenggarakan memperingatinya. Kali ini. Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat menggelar peringatan melalui rapat paripurna secara virtual.

Hari ini, Bupati Bogor Ade Yasin bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melaksanakan rapat paripurna di Gadung DPRD Kabupaten Bogor, dengan peserta terbatas. Sementara perangkat lainnya hanya diperkenankan ikut serta secara virtual.

“Ada sebagian yang menghadiri paripurna secara daring. Ya kan masih PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, di Pendopo Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (3/6).

Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu, menyebutkan bahwa acara peringatan HJB ke-538 di Kabupaten Bogor ini juga akan diisi kegiatan doa bersama dengan menghadirkan ulama kondang, Yusuf Mansur. Ini juga tidak dilangsungkan dengan mengundang warga ke lokasi.

“Memang tidak akan mengundang masyarakat ke lokasi. Tapi warga bisa menyaksikan tasyakuran ditambah tausiah dari Ustaz Yusuf Mansur secara daring melalui live streaming dan aplikasi Zoom Meeting,” terangnya.

Kali ini, Hari Jadi Bogor dinilai sebagai momentum mempererat solidaritas berbagai elemen masyarakat di Bogor, khususnya dalam memutus mata rantai penularan covid-19.

23 Desa

Sementara, terkait penyebaran covid-19 di wilayah ini, Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat ada 23 desa di Kabupaten Bogor yang memiliki risiko tinggi penularan virus corona baru ini. Kesemuanya juga berpotensi menjadi pusat konsentrasi atau episenter penularan.

Ke-23 desa itu merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Kabupaten Bogor.

“Berdasar derajat kepadatan yang menunjukkan tingkat konsentrasi kejadian dapat dikatakan bahwa penduduk di desa tersebut mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi daripada wilayah lain,” kata Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).

Dirincikan, 23 desa itu tersebar di enam kecamatan. Pertama, Kecamatan Gunung Putri sebanyak lima desa, yakni Bojong Kulur, Ciangsana, Cikeas Udik, Nagrak, dan Wanaherang. Kedua, Kecamatan Cileungsi sebanyak lima desa, yaitu Desa Cileungsi, Cileungsi Kidul, Limusnunggal, Pasir Angin, dan Cipenjo.

Ketiga, Kecamatan Cibinong sebanyak lima desa, yaitu Pabuaran, Harapan Jaya, Pondok Rajeg, Ciriung, dan Ciri Mekar. Keempat, Kecamatan Bojonggede sebanyak enam desa yaitu Desa Bojong Gede, Bojong Baru, Rawa Panjang, Pabuaran, Susukan, dan Raga Jaya.

Ada jugaKecamatan Tajurhalang satu desa, yaitu Kali Suren. Keenam, Kecamatan Kemang, juga satu desa, yakni Desa Tegal.

Dia menjelaskan, potensi dengan kepadatan penduduk di desa-desa itu dibuktikan dengan data titik konsentrasi kejadian berada pada desa atau kelurahan yang sebagian besar memiliki kepadatan penduduk lebih dari 100 jiwa per hektar. “Dengan kata lain potensi risiko masih tinggi karena epicenter berada pada wilayah dengan kecamatan yang padat penduduk,” kata Ferrari.

Dari peta yang ada juga menyimpulkan bahwa wilayah yang menjadi konsentrasi kejadian positif corona adalah wilayah yang berasosiasi dengan akses transportasi utama wilayah Bogor – DKI Jakarta. Akses utama tersebut meliputi jalur kereta rel listrik (KRL), jalan arteri (Jl. Raya Jakarta-Bogor), maupun jalan tol (Jagorawi).

Dia menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar memprioritaskan 23 desa tersebut untuk mengimplementasikan protokol kesehatan secara maksimal, jika berencana menerapkan new normal atau kelaziman baru.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

 
Baca Lainnya

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

BBM Langka di Bogor, Warga Kebingungan Cari Bensin di Mana-mana Kosong

10 Agustus 2022 - 16:56 WIB

pertalite aplikasi mypertamina

Babinsa Sertu Asmadi Lakukan Giat Sosialisasi Perda Kota Bogor

10 Agustus 2022 - 16:35 WIB

Mengulik Sejarah Tugu Kujang yang Jadi Ikon Kota Bogor

10 Agustus 2022 - 16:21 WIB

Sejarah Biji Koka yang Ada di Kebun Raya Bogor, Hasil Pertukaran dengan Belgia Pada 1927

10 Agustus 2022 - 16:14 WIB

Trending di Kota Bogor