Penumpang KRL Lebih Terkendali

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

TERKINI · 20 Jul 2020 11:46 WIB

Penumpang KRL Lebih Terkendali


 Penumpang KRL Lebih Terkendali Perbesar

BOGOR DAILY- Kondisi di Stasiun Bogor mengalami peningkatan jumlah penumpang KRL. Namun, masih bisa terkendali dengan bus gratis oleh Kementerian Perhubungan (Kemehub) dan PemprovDKI Jakarta.

Wali Kota Bogor Bima Arta Sugiarto mengatakan kondisi ini memang sedikit berbeda dibandingkan dengan awal pekan lalu. Karena, banyak penumpang KRL yang memilih berangkat pada Minggu malam.

“Hari ini kita lihat situasi penumpang yang normal. Minggu lalu turun karena dua minggu lalu penuh sekali, kelihatannya minggu lalu memilih (pergi) Minggu malam sehingga Seninnya turun. Lalu karena minggu lalu turun dan agak sepi, penunpang kembali lagi,” kata Bima, kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Meski begitu, kondisi ini masih bisa terkendali dengan layanan bus gratis dari Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang jumlahnya dikurangi menjadi 77 bus. Antrean penumpang hingga masuk ke dalam gerbong berkisar 30-40 menit.

“Tapi tetap relatif bisa terurai, waktu antrean di luar 20 menit di waktu padat. Di dalam setengah jam sampai 40 lah. Senin kemarin kan setengahnya gak terpakai karena sudah kosong. Makanya sekarang turun setengahnya (77 bus). Ini cukup,” ungkapnya.

Bima menambahkan, layanan bus ini menjadi solusi utama mengurangi kepadatan di Stasiun Bogor jika belum ada kenaikan kapasitas penumpang dalam gerbong. Namun, tidak selamanya bus ini gratis.

“Tadi saya berbicara dengan pak Dirjen kita sepakat ini tidak bisa permanen, tidak mungkin semua gratis sudah ada survei juga jadi warga bersedia membayar tiket bus asal tidak terlalu tinggu tidak jauh dengan kereta dan kita akan mempercepat itu,” jelas Bima.

Akan tetapi, rencana bus berbayar ini masih perlu pembahasan lebih lanjut untuk mempersiapkan hal-hal teknis lainnya termasuk menentuka harga tiket.

“Karena tidak mungkin selamanya gratis di sini dan selama belum memungkinkan ditambah kapasitas penumpang di dalam gerbong maka solusi bus berbayar ini menjadi solusi utama,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

 
Baca Lainnya

Mantapkan Pendidikan Keislaman, STAI Al Hidayah Rekrut Dosen Wanita Baru

26 September 2022 - 12:54 WIB

Dosen Baru STAI Al-Hidayah

Viral, Warung Super Mahal, Teh Rp25 Ribu, Bakso Semangkok Rp100 Ribu

26 September 2022 - 12:10 WIB

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Security Terminal Baranangsiang Dilatih Tentara

24 September 2022 - 17:34 WIB

Lokasi SIM Keliling Kota Bogor saat Weekend, Sabtu 24 September 2022

24 September 2022 - 07:01 WIB

SIM Keliling Bogor Weekend

Penimbun BBM dan Elpiji di Jawa Barat Dicokok Polisi

23 September 2022 - 22:34 WIB

Trending di TERKINI