Skema Perhitungan Tagihan Air Bulan Juni

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Kota Bogor · 10 Jul 2020 02:49 WIB

Begini Skema Perhitungan Tagihan Air Bulan Juni


 Skema Perhitungan Tagihan Air Tirta Pakuan. Perbesar

Skema Perhitungan Tagihan Air Tirta Pakuan.

BOGOR DAILY – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menegaskan tidak ada penyesuaian tarif air dalam perhitungan tagihan rekening air bulan Juni 2020. Kenaikan terjadi karena konsumsi air dari pelanggan yang melonjak karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pada April dan Mei 2020, Tirta Pakuan tidak melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan. PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi COVID-19 menyebabkan Tirta Pakuan tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan bulan April dan Mei menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian enam bulan sebelumnya. Baru pada Juni, Tirta Pakuan menurunkan petugas untuk mencatat tagihan yang harus dibayar Juli.

“Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan air pada bulan Juni. Namun kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif, tarif air tetap sejak November 2018,” ujar Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Sonny Hendarwan, Senin (6/8/2020).

Dia mengatakan semua data penggunaan air pelanggan bisa dicek. “Data masing-masing pelanggan sesuai dengan nomor pelanggan tersedia di data kami, sehingga bisa dijelaskan penyebab kenaikan rekening yang dirasakan pelanggan,” ujar mantan Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) PDAM Kota Bogor itu.

SKEMA PERHITUNGAN TAGIHAN

Sonny memaparkan skema perhitungan tagihan air pada bulan Juni yang membuat pelanggan Tirta Pakuan terkejut.

Dia menunjukkan contoh salah satu pelanggan dengan nomor pelanggan 1843-XXXX warga Kota Batu Kabupaten Bogor. Total tagihan air pelanggan tersebut pada bulan Juni 2020 adalah Rp 587,300

Karena tidak melaksanakan pembacaan meter mandiri pada bulan April dan Mei, pelanggan dikenakan pemakaian rata-rata 34 kubik. Pada 20 Juni petugas datang ke rumah pelanggan dan mencatat angka 707 pada stand meter pelanggan.

Pada bulan Maret, angka meter tercatat petugas 541 (angka meter terakhir sebelum perhitungan rata-rata), sehingga angka meter terakhir terbaca 707-541=166 untuk pemakaian air bulan Juni. Untuk mengetahui kubikasi yang belum dibayarkan yaitu 166-34 (April)-34 (Mei)=98 (tagihan Juni).
Angka 98 kubik dikonversikan ke nilai rupiah dengan skema tarif golongan Rumah Tangga (R5) sebagai berikut;
10 kubik pertama x Rp 4500 = Rp 45.000,
10 kubik kedua x Rp 5700 = Rp 57.000,
dan sisanya (78 kubik) x Rp 6000 = Rp 468.000.
Pemakaian air Rp 45.000 + Rp 57.000 + 468.000 = Rp570.000
Retribusi Rp 17.300
Total Tagihan Bulan Juni Rp 587,300

Sonny tetap meminta kepada masyarakat yang masih kebingungan terkait lonjakan air bulan Juli agar segera mendatangi kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan SIliwangi 121 pada jam kerja atau tenan Tirta pakuan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor.

Dia berjanji, Tirta Pakuan akan melayani masyarakat dengan baik, caranya menyebutkan nomor pelanggan dan menunjukkan foto angka stand meter terakhir. ADV

Artikel ini telah dibaca 3.192 kali

 
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke-77, Babinsa Kelurahan Empang Monitoring Upacara Harvetnas

10 Agustus 2022 - 15:17 WIB

Babinsa Serda Dedi Jumaedi Giat Apel Bersama Security

10 Agustus 2022 - 15:07 WIB

Tersedia di Aneka Komputer & CCTV Bogor, Kamera C3N dan Fitur Night Vision

10 Agustus 2022 - 15:03 WIB

Langgar SOP, 7 Supir Biskita Transpakuan Kota Bogor Dipecat

10 Agustus 2022 - 15:03 WIB

Jelang HUT RI ke-77, Babinsa Kayumanis Pasang Gapura dan Umbul-umbul Bersama Warga

10 Agustus 2022 - 12:28 WIB

Sambut Hut RI, Sertu Syahrir Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga Binaan

10 Agustus 2022 - 12:23 WIB

bagikan bendera merah putih
Trending di Kota Bogor