BOGORDAILY – Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyarankan kapasitas penumpang per gerbong kereta rel listrik (KRL) ditambah. PT KCI menegaskan kapasitas penumpang KRL tetap menaati Surat Edaran tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
“Kalau kapasitas kita tunduk kepada Surat Edaran Kemenhub Nomor 14 Tahun 2020, 74/kereta,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba saat dihubungi, Senin (24/8/2020).
Guna mengurai antrean penumpang di Stasiun Tanah Abang, Anne menyebut pihaknya telah melakukan sejumlah skema. Seperti menambah perjalanan kereta.
“Saat ini dengan penumpang tertinggi 420 kita siapkan 975 perjalanan dengan 91 trainser (lebih banyak dari normal),” imbuhnya.
Anne menegaskan antrean di Stasiun Tanah Abang hanya terjadi di jam sibuk. Sehingga dia meminta pengguna KRL untuk mempertimbangkan melakukan perjalanan di jam sibuk.
“Antrean hanya di jam tertentu, pagi 06.00 WIB sampai dengan 07.30 WIB. Sore 16.30 WIB sampai dengan 19.00 WIB selebihnya KRL kami banyak yang kosong. Lalukan perjalanan di luar jam sibuk,” tutur Anne.
Lebih lanjut, bagi pengguna KRL yang ingin melakukan perjalanan di jam sibuk, Anne meminta untuk memantau kepadatan kereta di KRL Access.
“Maksimalkan shifting kepadatan stasiun bisa dicek di KRL Access. Jadi bisa mengatur dan merencanakan perjalanan download KRL access,” ungkapnya.
“Hanya untuk protokol COVID-19 physical distancing-nya yang tentu akan kita evaluasi juga, sekarang sudah sampai level berapa persen, biasanya PSBB transisi 60-70 persen dari kapasitas per gerbong ya, karena mungkin juga kebutuhan masyarakat untuk bepergian yang cukup tinggi. Dengan mempertimbangkan supaya tidak ada antrean makanya kapasitas per gerbongnya bisa ditambah,” jelasnya.