Warga Ngeluh, Lewat Jembatan Gantung Desa Sukanegara Jonggol Kok Bayar. Duitnya buat Siapa?

Menu

Mode Gelap
Tim Pancasila Tangguh Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka Rayakan HUT RI, Pemkot Bogor Upacara Bendera di Lapangan Sempur Mulai Hari Ini, Biaya Transfer Beda Bank Cuma Rp 77 Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak

Kabupaten Bogor · 27 Agu 2020 22:26 WIB

Warga Ngeluh, Lewat Jembatan Gantung Desa Sukanegara Jonggol Kok Bayar. Duitnya buat Siapa?


 Jembatan penghubung desa di desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol yang kerap dijadikan lokasi wisata karena pemandangannya yang indah Perbesar

Jembatan penghubung desa di desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol yang kerap dijadikan lokasi wisata karena pemandangannya yang indah

BOGOR DAILY – Pungutan liar (Pungli) yang dilakukan sejumlah orang di Jembatan gantung Desa Sukanegara, kecamatan Jonggol dikeluhkan warga, seakan dibiarkan oleh pemerintah setempat.

Jembatan gantung yang berada di Desa Sukanegara ini dibangun tahun 2018, oleh kementrian PUPR sebagai jembatan penghubung di desa Sukanegara. Panorama alam yang indah dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk merauk keuntungan.

Setiap hari libur, jembatan ini dipadati pengunjung, mulai dari didaerah hingga luar daerah.

Salah seorang penjaga jembatan yang tidak ingin menyebutkan namanya mengatakan setiap hari pengunjung bisa capai puluhan hingga ratusan orang.

“Kalau pendapatan sih lumayan pak, kalau libur sedikitnya Rp500 ribu perhari bisa sampai,”ungkapnya.

Setiap orang yang akan melewati jembatan gantung tersebut dikenakan Tarif Rp2000 hingga Rp5000 rupiah, kemanakan aliran dana retribusi Jembatan gantung tersebut ?

Salah satunya dialami oleh ilham warga Cariu, pemandangan alam yang indah di Jembatan Gantung Desa Sukanegara membuat dirinyan yang hendak ke Desa Sukamakmur berhenti sejenak untuk berfoto dijembatan tersebut, namun saat hendak masuk dirinya dimintai sejumlah uang oleh penjaga jembatan.

“Saya masuk jembatan dengan motor dipintai Rp.5000, katanya uang masuk jembatan,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kades Sukanegara Ahmad Yani membantah keras, bahwa dana retribusi tidak ada yang masuk ke desa.

“Pemdes tidak tahu menahu tentang retribusi itu, untuk sepeserpun tidak ada dana retribusi masuk jembatan gantung masuk ke Desa maupun keperangkat Desa,” ujar dia kepada Bogordaily.net

Dirinyapun berdalih sudah melakukan pelarangan ke sejumlah orang yang memanfaatkan Jambatan gantung untuk meraup keuntungan.

“Teguran sudah dilakukan oleh pemerintah Desa, pencabutan tulisan tarif masukpun sudah dilakukan oleh kami, lalu lalang dijembatan Gratis tidak ada bayar,” terangnya.

Kades mengatakan, sejumlah orang tersebut yang memintai retrebusi masuk Jembatan gantung bukan warganya.

“Mereka itu bukan warga Desa Sukanegara, nantinya seandainya dimintai kembali akan dilakukan teguran keras kepada penjaga jembatan gantung Desa Sukanegara,”tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 157 kali

 
Baca Lainnya

Ustadz Abdul Somad Isi Acara Tabligh di Ponpes Rafah, Sampaikan Pentingnya Pendidikan Anak

18 Agustus 2022 - 18:26 WIB

KNPI Rancabungur Bersama Pramadina School Salurkan Beasiswa

18 Agustus 2022 - 17:50 WIB

Kantor Pengadilan Negeri Cibinong Digeruduk Puluhan Demonstran

18 Agustus 2022 - 12:31 WIB

Kantor Pengadilan Negeri Cibinong

Kwarcab Kabupaten Bogor Gelar Peringatan Hari Pramuka ke-61

18 Agustus 2022 - 11:56 WIB

Camat Gunungsindur: Isi Kemerdekaan Dengan Iman dan Akhlakul Karimah

18 Agustus 2022 - 10:49 WIB

Camat Gunungsindur

Dandim 0621 Pimpin Upacara Penurunan Bendera Tingkat Kabupaten Bogor

18 Agustus 2022 - 10:29 WIB

Upacara Penurunan Bendera
Trending di Kabupaten Bogor