Wanti-wanti PT KCI ke Anker Memakai Masker Buff-Scuba

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Ada imbauan baru untuk anak kereta alias anker dari PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). Para pengguna KRL diimbau menghindari pemakaian masker scuba atau masker buff. Satgas COVID-19 hingga para pengguna KRL pun merespons.

Awalnya, akun media sosial PT KCI, seperti Instagram, melakukan sosialisasi menghindari penggunaan masker scuba dan buff. Dalam penjelasan PT KCI, masker scuba atau buff hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

Read More

“Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri,” tulis Instagram @commuterline.

Berikut pernyataan PT KCI, Satgas COVID-19, hingga respons pengguna KRL:

Bentuk Sosialisasi PT KCI

PT KCI sedang melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Sosialisasi agar menghindari penggunaan masker scuba dan buff di KRL ini karena penyebaran droplet masih mungkin terjadi. Anne menyarankan pengguna KRL memakai masker kain berlapis dan masker kesehatan.

“Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

“Masker kain 2-3 lapis dan masker kesehatan mengurangi penyebaran droplet yang masih mungkin terjadi,” ucap Anne.

Anne menegaskan saat ini belum ada larangan resmi penggunaan masker scuba dan buff di KRL. “Kita masih sosialisasi,” ucap Anne.


Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat yang sehat memang tetap dibolehkan memakai masker kain. Masker yang disarankan adalah masker kain berbahan katun dengan 3 lapisan. Wiku menuturkan masker scuba atau buff tidak disarankan karena hanya satu lapis.

Satgas COVID-19 Sebut Masker Scuba-Buff Tak Efektif

“Masker scuba dan buff adalah masker satu lapis dan terlalu tipis. Kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar,” kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, dia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menurunkan masker ke dagu. Menurut Wiku, masker scuba lebih mudah untuk ditarik ke bawah.

“Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah, di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada. Gunakan masker degan cara yang tepat untuk bisa melindungi, menutup area batang hidung, hidung, sampai dengan mulut dan dagu serta rapat di pipi,” papar Wiku.

Respons Pengguna KRL

Imbauan ini mendapat tanggapan beragam dari pengguna KRL. Ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Aris (29) mendukung imbauan KCI soal menghindari pemakaian masker scuba dan buff. Namun Aris masih belum mengetahui sosialisasi dari KCI.

“Kalau untuk kesehatan menurut ahlinya begitu ya ngikut saja. Nggak masalah asal masyarakatnya tahu lebih disosialisasi saja,” kata Aris.

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

Pendapat berbeda diutarakan pengguna KRL lainnya, Marlon (38). Warga Bogor ini menilai penularan COVID-19 di KRL bukan berdasarkan jenis maskernya.

“Menurut saya kalau pakai masker kan intinya orang lain tidak droplet. Artinya, kalau kita melindungi wajah mau pakai masker apapun dilindungi juga mau pakai masker scuba atau buff. Kalau menurutku biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, nggak mesti yang masker khusus,” ujar Marlon.

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *